COVID-19 – WHO lewatkan dua huruf Yunani untuk namai varian baru Omicron

COVID-19 – WHO lewatkan dua huruf Yunani untuk namai varian baru Omicron
Ilustrasi. (Viktor Forgacs on Unsplash)

Jakarta (Indonesia Window) – Varian baru SARS-CoV2 berkode B.1.1.529 yang telah diberi nama Omicron oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), telah melewatkan dua huruf alfabet Yunani, yakni Nu dan Xi.

WHO telah menggunakan huruf Yunani untuk menamai varian virus corona, yang jika tidak demikian maka nama ilmiahnya akan sangat panjang.

Sejauh ini WHO sudah menggunakan 12 huruf alfabet Yunani, sebelum varian baru muncul di Afrika Selatan awal pekan ini.

WHO memilih Omicron untuk yang satu ini, bukan Nu atau Xi, dua huruf yang mendahuluinya.

WHO mengatakan Nu bisa disalahartikan dengan kata ‘baru’ sementara Xi tidak dipilih karena akan mengundang kontroversi.

“Dua huruf dilewati, yakni Nu dan Xi, karena Nu terlalu mudah dikacaukan dengan arti ‘baru’ dan Xi tidak digunakan karena merupakan nama keluarga yang umum, bahkan sama dengan nama Presiden China Xi Jin Ping,” kata WHO dalam sebuah pernyataan.

Praktik terbaik WHO untuk penamaan penyakit baru yang dikembangkan bersama dengan FAO (Organisasi Pangan dan Pertanian PBB) dan OIE (Organisasi Dunia untuk Kesehatan Hewan) pada tahun 2015 menyarankan agar menghindari pelanggaran terhadap kelompok budaya, sosial, nasional, regional, profesional atau etnis, sebut pernyataan tersebut.

Keputusan WHO untuk melewatkan dua huruf dan menggunakan huruf berikutnya yang tersedia untuk menamai varian terbaru telah menimbulkan banyak keingintahuan dan minat masyarakat.

Berdasarkan ancaman yang ditimbulkan, WHO mengklasifikasikan varian baru sebagai ‘varian dalam pemantauan (VUM)’, ‘varian yang diminati (VoIs)’ atau ‘varian yang menjadi perhatian (VoC)’.

Semuanya diberi nama ilmiah yang mewakili asal usul dan rantai evolusinya. Varian Omicron, misalnya, juga dikenal dengan sebutan yang lebih ilmiah, yakni B.1.1.529. Sebutan ini menunjukkan bahwa varian tersebut telah berevolusi dari varian B.1.

Karena nama ilmiahnya tidak mudah diingat, varian yang lebih umum mulai dinamai menurut negara tempat mereka pertama kali dilaporkan. Dengan demikian, dulu ada varian Inggris, varian India, varian Afrika Selatan, varian Brasil, dan beberapa lainnya.

Untuk menghapus hubungan antara mutase virus dan negara tertentu, yang memicu banyak kesalahpahaman, WHO telah memutuskan sistem penamaan baru untuk memudahkan identifikasi varian yang menonjol, dengan nama huruf Yunani. Oleh karena itu, varian yang sebelumnya disebut sebagai ‘India’ mendapat nama Delta, sedangkan yang Inggris disebut Alpha.

Saat ini ada lima VoC, yaitu Alpha, Beta, Gamma, Delta, dan Omicron.

Dua VoIs disebut Lambda dan Mu. Beberapa varian, seperti Kappa, Eta atau Iota, ditarik karena tidak lagi beredar luas dan menimbulkan risiko yang jauh lebih kecil daripada sebelumnya.

Varian baru virus SARS-CoV2, yang memiliki sedikit perubahan dalam struktur genetik, muncul hampiar setiap hari, tetapi tidak semuanya signifikan. Hanya varian yang membawa mutasi genetik yang meningkatkan ancamannya terhadap manusia yang diklasifikasikan sebagai VuM (variants under monitoring), VoIs (variants of interest), atau VoC (variants of concern).

Sumber: indianexpress.com

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here