COVID-19 – Uji vaksin Rusia aman dan diterima tubuh

COVID-19 - Uji vaksin Rusia aman dan diterima tubuh
Ilustrasi. Vaksin yang tengah dikembangkan oleh Rusia dan telah diuji di Rumah Sakit Klinik Militer Utama Burdenko menunjukkan produk tersebut aman dan dapat diterima dengan baik oleh tubuh. (Photo by CDC on Unsplash)

Jakarta (Indonesia Window) – Vaksin yang tengah dikembangkan oleh Rusia dan telah diuji di Rumah Sakit Klinik Militer Utama Burdenko menunjukkan produk tersebut aman dan dapat diterima dengan baik oleh tubuh, kata Kementerian Pertahanan Rusia pada Rabu (15/7).

“Hasil penelitian laboratorium dan instrumental memungkinkan untuk mengatakan bahwa vaksin itu aman dan ditoleransi dengan baik,” kata kementerian itu seperti dilaporkan Kantor Berita TASS.

Sebanyak 18 relawan berpartisipasi dalam uji coba vaksin itu.

Selama 28 hari setelah vaksinasi, tanda-tanda vital mereka berada batas normal, dan tidak ada kejadian buruk, keluhan tentang kesehatan, komplikasi atau efek samping yang dicatat, jelas kementerian.

Menurut kementerian, pada hari ke 42 setelah vaksinasi pertama, para relawan harus kembali ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan medis akhir dan diagnostik.

Pada awal Juni, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa dua kelompok relawan telah dipilih untuk mengikuti uji klinis vaksin.

Kelompok pertama termasuk prajurit militer, sedangkan yang kedua terdiri atas warga sipil.

Percobaan sedang dilakukan oleh Kementerian Pertahanan Rusia bekerja sama dengan Pusat Penelitian Nasional untuk Epidemiologi dan Mikrobiologi Gamaleya.

Kelompok prajurit militer terdiri atas 50 orang, termasuk lima wanita, serta 10 pekerja medis.

Pada 30 Juni, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan bahwa penelitian tentang vaksin COVID-19 diharapkan selesai pada akhir Juli.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here