COVID-19 – Uji vaksin Rusia berhasil, imunisasi sedang berjalan

COVID-19 – Uji vaksin Rusia berhasil, imunisasi sedang berjalan
Ilustrasi. Uji klinis vaksin COVID-19 Rusia, Sputnik V, menunjukkan hasil yang baik, dan imunisasi sedang berlangsung. (Pixabay)

Jakarta (Indonesia Window) – Uji klinis vaksin COVID-19 Rusia, Sputnik V, menunjukkan hasil yang baik, dan imunisasi sedang  berlangsung, kata CEO Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF), Kirill Dmitriev, pada Kamis (9/9), menurut Kantor Berita Sputnik.

“Rusia adalah pemimpin absolut dalam hal vaksin anti-coronavirus. Ini adalah fakta yang sangat tepat. Ini terkait dengan fakta bahwa kami sedang memvaksinasi orang. Uji klinis kami berjalan dengan baik. Platform kami, platform berbasis adenovirus manusia adalah yang paling banyak dipelajari dan merupakan platform teraman,” kata Dmitriev dalam briefing bersama dengan Lembaga Penelitian Epidemiologi dan Mikrobiologi Gamaleya.

Dia menekankan bahwa vaksin Sputnik V berhasil melewati uji coba karena Lembaga Gamaleya berfokus pada adenovirus manusia.

“Ini adalah pendekatan yang paling banyak dipelajari yang telah dikaji selama puluhan tahun, serta telah menunjukkan keselamatan dan keamanannya,” kata Dmitriev.

“Kami juga melakukan penelitian pasca-pemasaran dengan dasar uji pada 40.000 orang, dan lebih dari 36.000 telah mendaftar untuk uji coba ini. Jadi dalam waktu kurang dari sepekan, kami telah membentuk kumpulan relawan, yang mencakup 40.000 orang,” terangnya.

Dmitriev melanjutkan, diharapkan pada Oktober, 25.000-30.000 orang akan telah divaksinasi.

“42 hari setelahnya kami siap membagikan informasi itu kepada Anda,” katanya.

Uji klinis ini juga akan dilakukan di Timur Tengah, Brasil, India, Meksiko, dan sejumlah negara lain, tambah ketua RDIF.

Kementerian Kesehatan Rusia pada Agustus mendaftarkan vaksin pertama di dunia untuk pencegahan COVID-19, yang dikembangkan oleh Lembaga Penelitian Epidemiologi dan Mikrobiologi Gamaleya dan diproduksi bersama dengan RDIF.

Dmitriev sebelumnya mengatakan bahwa RDIF telah menerima permintaan dari lebih 20 negara untuk pembelian satu miliar dosis vaksin virus corona Rusia.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here