COVID-19 – Rusia ingin buat vaksin tersedia di semua negara

COVID-19 – Rusia ingin buat vaksin tersedia di semua negara
Ilustrasi. Rusia mencatat bahwa hasil uji klinis vaksin menunjukkan vektor adenoviral (kelompok virus umum yang menginfeksi lapisan mata, saluran udara dan paru-paru, usus, saluran kemih, dan sistem saraf) manusia mungkin merupakan pilihan yang lebih baik dari pada vaksin yang menggunakan mRNK atau adenovirus simpanse. (Pixabay)

Jakarta (Indonesia Window) – Rusia ingin menyediakan vaksin Sputnik V ke seluruh negara di dunia tanpa mendiskriminasi siapa pun, kata Kirill Dmitriev, Kepala Eksekutif Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF), yang terlibat dalam pengembangan vaksin, pada Kamis (9/9).

“Hanya dalam kemitraan dengan negara lain kami dapat memproduksi vaksin kami, dan kami ingin menyediakannya di setiap negara, tanpa diskriminasi,” kata Dmitriev, menurut Kantor Berita Sputnik.

Dia menekankan bahwa Pemerintah Rusia siap untuk bekerja sama dengan mitra internasional.

“Rusia memiliki posisi yang sangat terbuka, posisi kemitraan dan kesiapan untuk bekerja sama dengan semua perusahaan internasional. Kami sedang melakukan negosiasi yang solid dengan GAVI dan CEPI, serta WHO dan semua organisasi internasional terkemuka yang memproduksi vaksin dan terlibat dalam penelitian dan pengembangan,” kata Dmitriev.

Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI), Gavi (Aliansi Vaksin), serta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berkolaborasi, dan membangun kerja sama dengan produsen vaksin negara maju dan berkembang di bawah program COVAX.

COVAX adalah sebuah inisiatif global yang bertujuan bekerja sama dengan produsen vaksin guna memberikan akses yang adil kepada negara-negara di seluruh dunia untuk vaksin yang aman dan efektif, setelah dilisensikan dan disetujui.

Sebelumnya, Rusia mencatat bahwa hasil uji klinis vaksin menunjukkan vektor adenoviral (kelompok virus umum yang menginfeksi lapisan mata, saluran udara dan paru-paru, usus, saluran kemih, dan sistem saraf) manusia mungkin merupakan pilihan yang lebih baik dari pada vaksin yang menggunakan mRNK atau adenovirus simpanse.

Dmitriev berpendapat bahwa media barat diam tentang bahaya menggunakan pendekatan eksperimental untuk pengembangan vaksin seperti yang didasarkan pada adenovirus simpanse.

“Ketika kami membicarakannya dengan media barat, kami melihat bahwa perbedaan adenovirus manusia dan simpanse diblokir oleh media barat,” kata Dmitriev.

Sputnik V didaftarkan oleh Kementerian Kesehatan Rusia pada 11 Agustus, menjadi vaksin pertama di dunia yang terdaftar untuk melawan COVID-19.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here