China sebut sisa-sisa pendorong roket Long March-5B jatuh ke Laut Filipina

Ilustrasi. Puing-puing dari roket yang mendorong bagian dari stasiun ruang angkasa baru China ke orbit jatuh ke laut di Filipina pada Ahad (31/7/2022). (Matt Hardy on Unsplash)

Pengumuman tersebut tidak memberikan rincian apakah puing-puing yang tersisa jatuh di darat atau laut, namun menyebutkan bahwa “area pendaratan” berada di perairan tenggara Kota Puerto Princesa Filipina di Pulau Palawan.

 

Jakarta (Indonesia Window) – Puing-puing dari roket yang mendorong bagian dari stasiun ruang angkasa baru China ke orbit jatuh ke laut di Filipina pada Ahad, pemerintah China mengumumkan.

Sebagian besar dari tingkatan akhir dari roket Long March-5B terbakar setelah memasuki atmosfer pada pukul 12.55 pagi, lapor Badan Antariksa Berawak China. Badan tersebut mengatakan sebelumnya booster atau roket pendorong akan dibiarkan jatuh tanpa arah.

Pengumuman tersebut tidak memberikan rincian apakah puing-puing yang tersisa jatuh di darat atau laut, namun menyebutkan bahwa “area pendaratan” berada di 119 derajat bujur timur dan 9,1 derajat lintang utara. Yaitu di perairan tenggara Kota Puerto Princesa Filipina di Pulau Palawan.

Tidak ada kabar langsung dari pihak berwenang Filipina tentang apakah ada orang di lapangan yang terkena dampak dari kejadian itu.

Pejabat Departemen Pertahanan AS menegur Beijing karena tidak membagikan informasi tentang jatuhnya objek yang berpotensi berbahaya tersebut.

Komando Luar Angkasa AS “dapat mengkonfirmasi Long March 5B (CZ-5B) Republik Rakyat China (RRC) memasuki kembali Samudra Hindia sekitar pukul 10.45 MDT (Mountain Daylight Time) pagi atau pada Sabtu (30/7) pukul 11.45 malam WIB,” kata unit militer AS di Twitter.

“Kami merujuk Anda ke #PRC (People’s Republic of China) untuk perincian lebih lanjut tentang aspek teknis dari proses masuk kembali seperti potensi lokasi dampak penyebaran puing-puing,” cuitnya.

Roket Long March 5B digunakan Ahad pekan lalu untuk meluncurkan pesawat ruang angkasa tanpa awak, bernama Wentian yang membawa modul kedua dari tiga modul yang dibutuhkan China untuk menyelesaikan stasiun ruang angkasa Tiangong yang baru.

Administrator NASA Bill Nelson mengkritik Beijing di Twitter pada Sabtu (30/7), dengan mengatakan bahwa keengganan untuk membagikan rincian pendaratan roket itu adalah tidak bertanggung jawab dan berisiko.

“Semua negara penjelajah luar angkasa harus mengikuti praktik terbaik yang telah ada, dan melakukan bagian mereka untuk membagikan jenis informasi ini sebelumnya,” tulis Nelson, “untuk memungkinkan prediksi yang andal tentang potensi risiko dampak puing, terutama untuk kendaraan angkat berat, seperti Long March 5B, yang membawa risiko kerugian jiwa dan harta benda yang signifikan.”

Dia menambahkan, “Melakukan hal itu sangat penting untuk penggunaan ruang angkasa yang bertanggung jawab dan untuk memastikan keselamatan orang-orang di Bumi”.

Stasiun luar angkasa Tiangong adalah salah satu program luar angkasa ambisius Beijing, yang telah mendaratkan robot penjelajah di Mars dan Bulan, dan menjadikan China sebagai negara ketiga yang menempatkan manusia di orbit.

Modul baru, didorong oleh Long March 5B, berhasil merapat dengan modul inti Tiangong pada Senin pekan lalu dan tiga astronot yang telah tinggal di kompartemen utama sejak Juni berhasil memasuki laboratorium baru.

China telah menghadapi kritik karena membiarkan tingkatan roket jatuh ke Bumi tidak terkendali dua kali sebelumnya. NASA menuduh Beijing tahun lalu “gagal memenuhi standar yang bertanggung jawab mengenai puing-puing luar angkasa mereka” setelah bagian dari roket China mendarat di Samudra Hindia.

Stasiun luar angkasa pertama negara itu, Tiangong-1, jatuh ke Samudra Pasifik pada 2016 setelah Beijing mengonfirmasi kehilangan kendali. Sebuah roket seberat 18 ton jatuh tak terkendali pada Mei 2020.

China juga menghadapi kritik setelah menggunakan misil untuk menghancurkan salah satu satelit cuaca yang tidak berfungsi pada 2007, menciptakan puing-puing yang menurut pemerintah negara lain dapat membahayakan satelit lainnya.

Peluncuran Long March-5B, roket paling kuat China, pada 24 Juli membawa laboratorium Wentian ke orbit. Fasilitas ini didempetkan pada Senin pekan lalu ke modul utama Tianhe, tempat tiga astronot tinggal.

Sebelumnya, Pemerintah China mengumumkan bahwa sisa-sisa pesawat ruang angkasa kargo terpisah yang melayani stasiun jatuh ke area yang telah ditentukan di Pasifik Selatan setelah sebagian besar terbakar saat masuk kembali ke Bumi.

China telah menggelontorkan miliaran dolar untuk penerbangan dan eksplorasi ruang angkasa guna membangun program yang mencerminkan statusnya sebagai kekuatan global yang meningkat.

Sumber: AFP & The Associated Press

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan