China Investasikan 134 triliun rupiah di Indonesia, kini bidik energi hijau hingga ekonomi digital

Suasana Forum Peluang Investasi Strategis Indonesia-Tiongkok di Shanghai, China timur, pada 18 September 2026. (Xinhua)

Shanghai, China (Xinhua/Indonesia Window) – Forum Peluang Investasi Strategis Indonesia-China yang mengusung tema ‘Membangun Masa Depan Bersama: Peluang Investasi Strategis di Indonesia’ digelar belum lama ini, mempertemukan perwakilan pemerintah, pemimpin bisnis, asosiasi bisnis, dan calon investor dari kedua negara untuk mengeksplorasi peluang investasi di bidang energi hijau, industri hilir, dan ekonomi digital.

Konsul Jenderal Republik Indonesia di Shanghai Berlianto Situngkir mengatakan bahwa selama beberapa dekade terakhir, China dan Indonesia telah membangun landasan kerja sama ekonomi yang semakin luas, yang perlu terus dikembangkan ke bentuk investasi yang lebih strategis.

Pada 2025, nilai perdagangan bilateral mencapai 154,58 miliar dolar AS, sedangkan dalam tujuh bulan pertama 2026 mencapai 100,04 miliar dolar AS.

*1 dolar AS = 17.869 rupiah

Dalam hal investasi, China merupakan salah satu sumber utama investasi asing Indonesia, dengan nilai investasi mencapai 7,5 miliar dolar AS pada 2025. Sejumlah proyek investasi strategis juga telah berkembang di bidang industri hilir, kendaraan listrik, dan energi hijau.

"Perkembangan ini menunjukkan bahwa tahap berikutnya dari kerja sama ekonomi Indonesia-China dapat dibangun di atas basis investasi yang ada, dengan memberikan perhatian lebih besar pada investasi yang strategis, berorientasi pada teknologi, berkelanjutan, dan bernilai tambah guna mendukung kemakmuran bersama serta mendorong pengembangan tenaga kerja terampil," kata konsul jenderal tersebut.

Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk China dan Mongolia Djauhari Oratmangun juga menghadiri forum itu.

"Ambisi Indonesia untuk menjadi negara berpenghasilan tinggi pada 2045 membutuhkan investasi yang berkelanjutan, kemajuan teknologi, dan pengembangan industri dengan nilai tambah yang lebih tinggi," ujar sang dubes.

Diskusi panel pertama yang mengusung tema ‘Kepulauan Peluang: Bersama Membangun Masa Depan Ekonomi Industri Hijau melalui Jaringan Listrik Hijau dan Industri Cerdas’ membahas peluang untuk mengembangkan ekosistem industri yang lebih hijau dan terintegrasi di Indonesia.

Panel kedua yang bertema ‘Kepulauan Cerdas: Arsitektur Modal untuk Pusat-Pusat Data Hiperskala’ berfokus pada peluang Indonesia dalam mengembangkan infrastruktur digital berskala besar.

Forum tersebut juga menjadi wadah bagi perusahaan yang telah berinvestasi di Indonesia untuk berbagi pengalaman serta memperkenalkan peluang dan tantangan dalam menjalankan bisnis di Indonesia.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait