Indonesia dorong kerja sama lebih kuat dengan china di industri AI

Seorang pengunjung mengabadikan foto kacamata yang dilengkapi dengan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam Konferensi dan Pameran Transformasi Digital Indonesia 2025 di Jakarta pada 6 Agustus 2025. (Xinhua/Veri Sanovri)
Pengembangan industri kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) Indonesia akan membantu memperkuat usaha kecil dan menengah (UKM) serta membangun ketahanan mereka untuk pertumbuhan di masa depan.
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Indonesia saat ini sedang mendorong kerja sama yang lebih kuat dengan China untuk mempercepat pengembangan industri kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam negeri, kata seorang menteri senior dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kolaborasi Industri China-Indonesia (China-Indonesia Industrial Collaboration Summit) di Jakarta pada Kamis (4/12).Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia saat ini memiliki setidaknya 25 perusahaan rintisan (startup) yang bergerak di bidang AI. Dia menekankan pentingnya bagi Indonesia untuk bergerak cepat dalam membangun ekosistem AI-nya agar tetap kompetitif di tingkat kawasan.Airlangga mengutarakan harapannya agar perusahaan AI China dapat mendukung startup ekonomi digital Indonesia, terutama di bidang pendidikan, perawatan kesehatan, pertanian cerdas, dan sektor-sektor strategis lainnya. Kolaborasi semacam itu, menurutnya, juga akan membantu memperkuat usaha kecil dan menengah (UKM) serta membangun ketahanan mereka untuk pertumbuhan di masa depan."Kami sudah mengumumkan bahwa Indonesia akan memiliki 15 fasilitas gig ekonomi, dengan pemerintah menyediakan tempat (co-working space) hingga wifi. Tapi kami juga butuh mentor, butuh spesialis, dan juga kami butuh perusahaan AI dari China," kata Airlangga.Dia menambahkan bahwa Indonesia berencana meluncurkan program AI tingkat atas di 10 kota untuk membantu generasi muda mengadopsi dan memanfaatkan teknologi-teknologi baru yang sedang berkembang.Kemitraan yang kuat antara perusahaan Indonesia dan China tetap menjadi hal yang krusial untuk meningkatkan kapasitas industri, memperkuat stabilitas ekonomi, serta menciptakan nilai berkelanjutan bagi kedua negara, tutur Airlangga.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Jumlah korban banjir Sumatra meningkat jadi 961 meninggal, 293 hilang per 9/12 pagi
Indonesia
•
09 Dec 2025

Presiden Prabowo resmikan KEK terbesar milik negara di Batang, Jawa Tengah
Indonesia
•
21 Mar 2025

Jalan nasional di Indonesia siap sambut arus mudik Lebaran
Indonesia
•
04 Apr 2024

COVID-19 – 342 tenaga medis Indonesia meninggal selama pandemik
Indonesia
•
05 Dec 2020
Berita Terbaru

Fokus Berita – Lembaga konservasi minta dilibatkan dalam pembuatan peraturan oleh pemerintah
Indonesia
•
30 Jan 2026

Feature - Napas budaya Mahasiswa Indonesia di Singapura
Indonesia
•
27 Jan 2026

Kajian ilmiah – Dr. Syafiq Riza Basalamah bedah urgensi akhlak dan kekuatan doa di CONNECT 2026
Indonesia
•
26 Jan 2026

Tantangan zaman makin kompleks, CONNECT 2026 hadirkan 'event' dakwah perspektif global
Indonesia
•
24 Jan 2026
