
Canton Fair untuk pertama kalinya hadirkan zona ‘drone’, pikat pembeli global

Seorang anak mengamati sebuah pesawat berteknologi lepas landas dan pendaratan vertikal listrik (electric vertical takeoff and landing/eVTOL) di Wuhan, Provinsi Hubei, China tengah, pada 24 Februari 2026. (Xinhua/Xiao Yijiu)
Guangzhou, China (Xinhua/Indonesia Window) – Pameran Impor dan Ekspor China (China Import and Export Fair), yang juga dikenal sebagai Canton Fair, edisi ke-139 resmi dibuka pada 15 April di Kota Guangzhou, China selatan, dengan jumlah peserta mencapai rekor lebih dari 32.000 perusahaan.
Untuk pertama kalinya, pameran ini menghadirkan dua zona khusus untuk drone konsumen dan drone pertanian, dengan menampilkan lebih dari 20 perusahaan drone. Paviliun-paviliun dipadati oleh pembeli dari dalam dan luar China, dengan negosiasi yang dinamis dan momentum perdagangan yang kuat.
Zona-zona drone baru ini menampilkan pencapaian mutakhir dalam sistem nirawak dan ekonomi ketinggian rendah, yang mencakup drone konsumen, industri, pertanian, dan pengangkutan berat, serta sistem kendali penerbangan, peralatan pemetaan, dan solusi terintegrasi.
Guangdong Yesheen Aviation Technology Co., Ltd., sebuah perusahaan teknologi tinggi yang berfokus pada teknologi pesawat lepas landas dan pendaratan vertikal listrik (electric vertical takeoff and landing/eVTOL) berawak, memamerkan pesawat eVTOL ultra-ringan berawak di ajang tersebut, menggambarkan masa depan mobilitas udara di wilayah perkotaan.
"Pesawat eVTOL berawak kami memiliki daya tahan 25 menit dan kecepatan jelajah 60 km/jam," ujar Ye Sheng, direktur perusahaan tersebut. Dibanderol seharga 400.000 yuan, model ini menawarkan efisiensi biaya dibandingkan produk sejenis di tingkat internasional. Dengan kapasitas muatan maksimum 100 kg dan tenaga yang sepenuhnya listrik, pesawat ini dapat digunakan untuk penyelamatan darurat, olahraga air, dan pariwisata.
*1 yuan = 2.514 rupiah
Baru didirikan tahun lalu, Yesheen Aviation melakukan debutnya di Canton Fair. Ye menyebut pertumbuhan pesat perusahaan itu didukung oleh rantai pasokan negara yang kuat. "Pesawat ini sepenuhnya orisinal, dengan lebih dari 90 persen bahan dibuat di China. Sebagian besar komponen berasal dari Delta Sungai Mutiara yang berjarak satu jam berkendara, mendukung produk berkualitas tinggi dengan harga terjangkau," kata Ye. Stan perusahaan tersebut dipadati pembeli internasional pada hari pembukaan. Menurut Ye, klien-klien terutama berasal dari Rusia, Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Eropa. Dalam tiga jam pertama sejak dibuka, perusahaan itu berhasil mencatatkan 50 hingga 60 pemesanan awal.
Eyal Yalik Nahum, seorang pembeli dari Timur Tengah, mengaku terkesan setelah menjajal eVTOL tersebut. "Semua yang ada di sini luar biasa. Pameran ini layak dikunjungi setiap tahun untuk melihat inovasi terbaru. Ini benar-benar teknologi mutakhir yang mencerminkan tren global yang jelas," katanya.
Khalid Elmanufi dari Sudan menggambarkan peralatan tersebut sebagai "inovatif dan unggul". "Ini sangat ideal untuk penjelajah dan penambang di wilayah terpencil tanpa akses jalan. Alat ini dapat mengangkut personel, melakukan survei, dan mengumpulkan sampel secara efisien," tuturnya, seraya menambahkan bahwa dirinya berencana membeli dan mempromosikan kendaraan tersebut di industri pertambangan Afrika.
Helikopter nirawak listrik H15 dari Haichuang Zhikong (Shandong) Information Technology Co., Ltd. menjadi salah satu bintang di pameran tersebut. Dengan bobot 15 kg, helikopter ini mampu membawa muatan hingga 6 kg, terbang selama 60 menit, tahan terhadap angin Level 6, dan mencapai ketinggian 4.000 meter. Kendaraan tersebut mendukung kebutuhan logistik, penyelamatan, dan pemetaan.
"Kami unggul dalam menyediakan solusi yang disesuaikan untuk berbagai pasar dan industri, memenuhi permintaan global akan drone dengan daya tahan lama dan kemampuan angkut berat," ujar perwakilan perusahaan tersebut. Pada hari pembukaan, perusahaan ini menerima kunjungan pembeli dari 30 lebih negara dan kawasan, memperoleh lebih dari 50 calon klien, serta melampaui ekspektasi pesanan.
Banyak pembeli internasional menyatakan bahwa produsen drone China memiliki teknologi yang solid, kualitas yang andal, inovasi yang kuat, serta keunggulan biaya, menjadikan mereka mitra tepercaya dalam ekonomi ketinggian rendah global.
Pertama kali digelar pada 1957, Canton Fair berlangsung dua kali dalam setahun di Guangzhou. Pameran ini merupakan ajang perdagangan internasional komprehensif tertua di China dan telah lama dipandang sebagai barometer perdagangan luar negeri negara tersebut.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Geometry C buatan China jadi mobil listrik terlaris di Israel pada 2022
Indonesia
•
04 Jan 2023

Balas kenaikan tarif AS, China naikkan tarif tambahan jadi 84 persen untuk produk impor AS
Indonesia
•
10 Apr 2025

Jepang bukukan defisit perdagangan sebesar 26 miliar dolar AS pada Januari 2023
Indonesia
•
17 Feb 2023

Gas alam dukung transisi energi Indonesia selama 40 tahun ke depan
Indonesia
•
16 Nov 2021


Berita Terbaru

IPO SpaceX raup 1.348 triliun rupiah, Elon Musk makin dekat jadi triliuner pertama dunia
Indonesia
•
13 Jun 2026

Aset lintas batas Hong Kong tembus Rp53 kuadriliun, lampaui Swiss
Indonesia
•
13 Jun 2026

UKM Singapura paling tidak optimistis ekspansi ke luar negeri
Indonesia
•
12 Jun 2026

ZTE borong 3 penghargaan Selular Awards 2026, perkuat inovasi teknologi jaringan di Indonesia
Indonesia
•
11 Jun 2026
