
Spesies burung Australia catat rekor terbang nonstop selama 38 jam ke Papua Nugini

Kawanan burung kuntul terlihat di lahan basah Haiwei di Daerah Otonom Etnis Li Changjiang, Provinsi Hainan, China selatan, pada 24 Januari 2025. (Xinhua/Yang Guanyu)
Burung kuntul rumbai secara konsisten mengarah ke utara, dengan satu individu luar biasa menempuh jarak hampir 800 kilometer dan melintasi lautan tanpa jeda.
Canberra, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Untuk pertama kalinya, tim ilmuwan Australia berhasil melacak perjalanan epik seekor burung kuntul rumbai (plumed egret) muda yang terbang tanpa henti dari Australia ke Papua Nugini dalam waktu sekitar 38 jam.Menggunakan pemancar GPS, tim peneliti memantau 18 ekor burung kuntul remaja, 10 ekor burung kuntul besar, dan delapan ekor burung kuntul rumbai saat mereka meninggalkan lokasi bersarang mereka di Rawa Macquarie di Cekungan Murray-Darling di New South Wales, Australia, tempat pembiakan utama bagi lebih dari 75 spesies burung air, menurut studi yang dipublikasikan pada Senin (16/6).Penelitian itu, yang dilakukan oleh Organisasi Penelitian Ilmiah dan Industri Persemakmuran (Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization), badan ilmu pengetahuan nasional Australia, mengungkap bahwa di saat kawanan burung kuntul besar terbang menyebar ke berbagai arah, burung kuntul rumbai secara konsisten mengarah ke utara, dengan satu individu luar biasa menempuh jarak hampir 800 kilometer dan melintasi lautan tanpa jeda.Ini menjadi data yang didokumentasikan melalui GPS pertama terkait seekor burung kuntul, atau spesies burung air berukuran besar mana pun yang bersarang di dalam koloni, yang melakukan penerbangan langsung antara Australia dan Papua Nugini, urai studi tersebut, yang dipublikasikan dalam Pacific Conservation Biology, jurnal yang didedikasikan untuk pengelolaan konservasi dan margasatwa di kawasan Pasifik.Tim peneliti menuturkan bahwa temuan-temuan tersebut sangat penting bagi konservasi, mengingat pemahaman soal waktu, rute, dan lokasi persinggahan burung air dapat membantu pengelolaan habitat dan alokasi sumber daya.Studi itu juga menemukan bahwa usai terbang menyebar, kedua spesies tersebut tetap berada di dekat tempat peristirahatannya, biasanya hanya menempuh perjalanan sejauh 1-2 kilometer untuk mencari makan.Data itu menunjukkan bahwa pengelolaan habitat di Cekungan Murray-Darling kemungkinan sangat bermanfaat bagi burung kuntul besar remaja, yang cenderung tetap berada di daerah tersebut selama tahun pertama kehidupannya, sementara burung kuntul rumbai cenderung melakukan perjalanan jarak jauh.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Muatan ilmiah dari satelit ‘reusable’ dan ‘returnable’ pertama China dikirim ke pengguna
Indonesia
•
25 Oct 2024

BRIN ‘sulap’ sampah plastik jadi minyak diesel, biaya produksi hanya Rp5.000 per liter
Indonesia
•
01 Jun 2026

China kembangkan platform uji penanganan jarak jauh pada fasilitas riset fusi
Indonesia
•
17 Sep 2025

Tim peneliti China ungkap variasi pemanfaatan air irigasi di masa mendatang
Indonesia
•
14 Mar 2024


Berita Terbaru

China bantah AI-nya “meniru” AS: Kami membangunnya dengan kekuatan sendiri
Indonesia
•
10 Sep 2026

XPeng mulai produksi massal robot humanoid, IRON siap dijual ke dunia pada 2027
Indonesia
•
09 Sep 2026

Makam berusia lebih dari 4.000 tahun ditemukan di Saqqara, Mesir
Indonesia
•
09 Sep 2026

Huawei habiskan 319 triliun rupiah untuk riset, Mate XT 2 dan cip baru jadi hasilnya
Indonesia
•
07 Sep 2026
