
Arab Saudi capai swasembada produksi kurma, hasilkan 1,6 juta ton per tahun

Kurma dijual di sebuah pasar di Arab Saudi. (Saudi Press Agency)
Budidaya kurma di Arab Saudi kini mencakup wilayah yang sangat luas sekitar 165.000 hektare, yang mencerminkan pertumbuhan industri kurma yang signifikan.
Jakarta (Indonesia Window) – Kementerian Lingkungan Hidup, Air, dan Pertanian Arab Saudi baru-baru ini memastikan bahwa negara kerajaan tersebut telah mencapai tingkat swasembada produksi kurma sebesar 124 persen, dengan produksi tahunan melebihi 1,6 juta ton.Hal tersebut melalui perluasan budidaya kurma di seluruh wilayah Arab Saudi.Budidaya kurma di negara tersebut kini mencakup wilayah yang sangat luas sekitar 165.000 hektare, yang mencerminkan pertumbuhan industri kurma yang signifikan.Kementerian menyoroti bahwa wilayah ibu kota Riyadh merupakan penghasil kurma terbesar di Arab Saudi, yang menyumbang 436.112 ton untuk produksi tahunan. Wilayah Qassim menyusul dengan produksi 390.698 ton per tahun. Produsen utama lainnya termasuk Madinah dengan 263.283 ton dan Wilayah Timur dengan 203.069 ton.Selain itu, Kementerian mencatat bahwa daerah lain berkontribusi terhadap keseluruhan produksi kurma sebagai berikut: Hail dengan 73.298 ton, Al-Jouf (65.020 ton), Makkah (64.095 ton), Asir (55.225 ton), Tabuk (52.792 ton), Najran (9.837 ton), Al-Baha (2.969 ton), Perbatasan Utara (1.314 ton), dan Jazan dengan 111 ton.Keberhasilan dalam produksi kurma tersebut meningkatkan kemampuan Arab Saudi untuk mempertahankan swasembada di sektor ini dan mencerminkan upaya yang dilakukan oleh Kementerian dan entitas afiliasinya untuk mengembangkan dan memajukan industri kurma. Upaya ini mencakup inovasi dalam teknik pertanian dan peningkatan kualitas produksi.Kampanye Musim Panen (The Harvest Season campaign), yang menjadi dasar pencapaian tersebut, bertujuan untuk memperkenalkan berbagai jenis buah lokal dan ketersediaannya sepanjang tahun. Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan produksi dan konsumsi produk lokal, menyebarkan pengetahuan tentang produk pertanian, dan meningkatkan kesadaran akan pilihan buah musiman untuk mendukung petani lokal dan meningkatkan keuntungan finansial mereka.Sumber: Saudi GazetteLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Badan internasional proyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 4,9 persen pada 2021
Indonesia
•
20 Mar 2021

Xi: China berkomitmen bangun komunitas Asia-Pasifik dengan masa depan bersama (Bagian 2-selesai)
Indonesia
•
18 Nov 2022

Minyak jatuh saat kenaikan bunga Fed berdampak pada permintaan BBM
Indonesia
•
25 Jul 2022

Barat tetapkan larangan impor minyak Rusia mulai 5 Desember
Indonesia
•
10 Sep 2022


Berita Terbaru

FreeNow hadir di Morowali, investasi China diharapkan gerakkan ekonomi lokal
Indonesia
•
28 Oct 2026

Impor BBM Indonesia dari China bisa melonjak 8 kali lipat, dari 6,6 triliun rupiah jadi 54,45 triliun rupiah
Indonesia
•
28 Oct 2026

Arab Saudi simpan minyak mentah di Jurong Rock Caverns Singapura
Indonesia
•
26 Oct 2026

Danantara buka penjajakan dengan 11 perusahaan China, investasi PLTS dan hilirasasi mineral jadi sorotan
Indonesia
•
27 Oct 2026
