BNPB: Korban meninggal gempa NTT capai 91 jiwa, pengungsi 161.084 orang

KRI Semarang-594 mengangkut bantuan logistik untuk masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, tujuan Labuan Bajo, Sabtu (22 Agustus 2026). (BNPB)

BNPB mencatat 51 persen korban meninggal akibat dampak langsung gempa, seperti tertimpa reruntuhan bangunan. Sementara 49 persen lainnya meninggal akibat dampak tidak langsung.

 

Jakarta (Indonesia Window)Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal akibat gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 91 jiwa hingga Ahad (23/8). Angka tersebut bertambah empat jiwa dibandingkan data sehari sebelumnya.

Hal itu disampaikan oleh Berton SP Panjaitan, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, dalam konferensi pers perkembangan penanganan bencana, Ahad (23/8).

Berton mengatakan, korban meninggal tersebut tersebar di sejumlah kabupaten terdampak. Rinciannya, 30 jiwa di Manggarai, 31 jiwa di Manggarai Timur, delapan jiwa di Sikka, dua jiwa di Ende, satu jiwa di Manggarai Barat, 14 jiwa di Nagekeo, dan lima jiwa di Ngada.

“Jumlah korban meninggal sebanyak 91 jiwa atau bertambah empat jiwa dari hari sebelumnya,” ujar Berton.

Berdasarkan jenis kelamin, sebanyak 40 korban meninggal merupakan laki-laki dan 48 perempuan. Sementara tiga korban lainnya masih dalam proses identifikasi.

Dari kelompok umur, korban meninggal terdiri atas 39 lansia, empat batita, satu balita, 12 anak dan remaja, serta 35 orang dewasa.

BNPB juga mencatat 51 persen korban meninggal akibat dampak langsung gempa, seperti tertimpa reruntuhan bangunan. Sementara 49 persen lainnya meninggal akibat dampak tidak langsung.

Selain korban meninggal, sebanyak 1.286 orang mengalami luka-luka. Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah korban luka terbanyak, yakni 643 orang, disusul Manggarai Barat sebanyak 504 orang.

Pengungsi bertambah menjadi 161.084 orang

Berton mengatakan jumlah warga yang mengungsi juga mengalami peningkatan. Hingga Ahad, total pengungsi mencapai 161.084 jiwa.

Tiga kabupaten dengan jumlah pengungsi terbanyak yakni Manggarai sebanyak 46.519 jiwa, Nagekeo 34.256 jiwa, dan Manggarai Timur 31.372 jiwa.

Di sisi lain, BNPB mencatat gempa susulan masih terus terjadi. Hingga Ahad, tercatat 5.068 kali gempa susulan dengan magnitudo terbesar 6,2 dan terkecil 1,1.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 130 gempa susulan dirasakan oleh warga.

“Gempa susulan diperkirakan berlangsung sekitar tiga sampai empat pekan sejak gempa utama,” kata Berton.

Dia mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, tetapi tidak panik dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait