
Studi: Kanker rugikan dunia 25 triliun dolar dalam 30 tahun ke depan

Orang-orang mendaftarkan nama mereka untuk mengikuti skrining kanker gratis dalam acara Hari Kanker Sedunia di Mukono, Uganda, pada 4 Februari 2023. Ratusan orang pada Sabtu (4/2) mengikuti skrining kanker gratis dalam sebuah acara untuk memperingati Hari Kanker Sedunia di Distrik Mukono, Uganda tengah. Hari Kanker Sedunia merupakan hari internasional yang diperingati setiap 4 Februari untuk meningkatkan kesadaran terhadap kanker serta mendorong langkah pencegahan, deteksi, dan pengobatan penyak...
Biaya perawatan kanker dalam ekonomi global akan mencapai 25,2 triliun dolar internasional antara tahun 2020 dan 2050, dengan lebih dari separuh biaya global akibat kanker akan ditemukan di negara berpenghasilan tinggi, dengan China dan Amerika Serikat menanggung beban terbesar.
Jakarta (Indonesia Window) – Total biaya perawatan kanker dalam ekonomi global akan mencapai 25,2 triliun dolar internasional antara tahun 2020 dan 2050, menurut laporan terbaru yang diterbitkan dalam JAMA Oncology.Dolar internasional adalah mata uang buatan yang sering digunakan dalam analisis dan perbandingan ekonomi lintas negara.Studi tersebut menganalisis 29 kanker di 204 negara dan menemukan bahwa lima jenis kanker, termasuk kanker trakea, bronkial dan paru-paru, kanker usus besar dan dubur, kanker payudara, serta kanker hati dan leukemia, akan mencapai sekitar setengah dari biaya tersebut.Laporan itu mengatakan bahwa, tanpa investasi lebih lanjut, kanker diperkirakan akan membebani ekonomi global sebesar 25,2 triliun dalam biaya perawatan kesehatan, kehilangan tenaga kerja, dan menghabiskan tabungan selama 30 tahun ke depan.Analisis tersebut juga menemukan bahwa biaya kanker tertentu berbeda di seluruh dunia, dengan kanker payudara dan serviks memiliki dampak ekonomi terbesar di Afrika sub-Sahara dan kanker paru-paru menjadi yang paling mahal di negara-negara kaya.Informasi ini dapat membantu pembuat kebijakan menargetkan kanker tertentu dalam kebijakan mereka, serta mendorong peningkatan investasi dalam penelitian dan pencegahan kanker.Langkah-langkah pencegahan, seperti kebijakan untuk mengekang penggunaan tembakau dan skrining kanker secara teratur, dapat membantu mengatasi penyakit mahal seperti kanker paru-paru dan kanker serviks, kata laporan itu.Sementara mengatasi kanker itu mahal, biaya untuk tidak mengatasinya bahkan lebih tinggi, kata laporan tersebut, dan investasi dalam pencegahan dan penelitian sangat penting untuk mengurangi beban ekonomi kanker pada ekonomi global.“Orang-orang di luar komunitas kanker mungkin terkejut melihat sejauh mana biaya ekonomi kanker,” kata André Ilbawi, pemimpin teknis dalam pengendalian kanker di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Jenewa.Studi semacam ini menunjukkan bahwa “biaya ekonomi dari kanker tidak dapat disangkal”, katanya.Para peneliti sebelumnya telah memperkirakan biaya global kanker — penyebab utama kematian di seluruh dunia — tetapi studi ini terutama melihat sejumlah kanker tertentu.Untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap, Simiao Chen, ekonom kesehatan di Heidelberg Institute of Global Health di Jerman, bersama rekannya mengumpulkan data ekonomi dan kesehatan dari seluruh dunia.Mereka kemudian membuat model biaya perawatan kanker di masa depan, dengan memecah data antara negara dan jenis kanker. Terlepas dari biaya langsung pengobatan, diagnosa memengaruhi ekonomi dengan memaksa orang untuk keluar dari pekerjaan dan menghabiskan tabungan mereka demi pengobatan.Meskipun tiga perempat kematian akibat kanker terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah, analisis menemukan bahwa lebih dari separuh biaya global akibat kanker akan terjadi di negara berpenghasilan tinggi, dengan China dan Amerika Serikat menanggung beban terbesar. Ini sebagian karena populasi mereka yang besar, tetapi juga karena tingginya biaya perawatan kesehatan di Amerika Serikat.Sumber: Al Arabiya EnglishLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

AS capai batas utang, Departemen Keuangan AS ambil ‘tindakan luar biasa’
Indonesia
•
20 Jan 2023

China masih jadi mesin penting bagi pertumbuhan ekonomi dunia
Indonesia
•
19 Jan 2023

RCEP akan bantu tingkatkan partisipasi Vietnam dalam rantai pasokan
Indonesia
•
12 Nov 2022

China dorong pembangunan hemat energi dan rendah karbon pada 2022
Indonesia
•
01 Mar 2023


Berita Terbaru

Fokus Berita – Dari Bishkek hingga New Delhi, Xi Jinping dorong kerja sama Global South
Indonesia
•
12 Sep 2026

Harga minyak WTI tembus 100 dolar AS per barel, konflik Timur Tengah Memanas
Indonesia
•
12 Sep 2026

Feature – Warga Xinglong minum lebih dari 200 cangkir kopi setahun saat industri kopi China tembus 928 triliun rupiah
Indonesia
•
12 Sep 2026

El Nino ancam inflasi Indonesia, harga beras hingga jagung diprediksi melonjak
Indonesia
•
10 Sep 2026
