
Demokrat California khawatir pembatasan lanjutan terhadap China "bunuh" perusahaan teknologi AS

Foto yang diabadikan pada 29 Maret 2023 ini menunjukkan Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat. (Xinhua/Liu Jie)
Rencana pemberlakuan pembatasan baru terhadap ekspor teknologi ke China dikhawatirkan “dapat mengakibatkan perusahaan-perusahaan AS yang telah lama berdiri jatuh ke dalam jurang kematian”.
Los Angeles, AS (Xinhua/Indonesia Window) – Anggota parlemen Partai Demokrat dari Negara Bagian California, Amerika Serikat (AS) bagian barat, mendesak pemerintahan Biden untuk menghentikan rencana pemberlakuan pembatasan baru terhadap ekspor teknologi ke China, dengan alasan bahwa pembatasan lanjutan "dapat mengakibatkan perusahaan-perusahaan AS yang telah lama berdiri jatuh ke dalam jurang kematian," demikian dilaporkan Reuters pada Rabu (14/8).Menurut laporan tersebut, anggota parlemen Demokrat dari California, negara bagian dengan perekonomian terbesar di AS, mengatakan bahwa "pembatasan sepihak menguntungkan kompetitor asing dengan mengorbankan bisnis AS.""Kami meminta Anda untuk menghentikan sementara pengendalian ekspor unilateral tambahan sampai Anda dapat menjustifikasi secara meyakinkan bahwa pengendalian tersebut tidak akan merusak daya saing AS di bidang semikonduktor canggih dan peralatan manufaktur semikonduktor," demikian dikutip dari pernyataan Senator Alex Padilla dan Perwakilan Zoe Lofgren dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Alan Estevez, yang mengawasi pengendalian ekspor di Departemen Perdagangan AS.Dalam surat tersebut, para anggota parlemen itu menekankan bahwa sekutu-sekutu AS tidak memberlakukan pembatasan ekspor China yang sama agresifnya terhadap perusahaan-perusahaan mereka sendiri."Surat tersebut merupakan pertanda meningkatnya penolakan terhadap kebijakan semikonduktor Biden di kalangan anggota Partai Demokrat dari California, yang merupakan rumah dari perusahaan-perusahaan peralatan pembuat cip terkemuka di AS, seperti LAM, Applied Materials, dan KLA," papar laporan tersebut.Belanda dan Jepang, yang masing-masing merupakan rumah dari produsen peralatan pembuatan cip ASML dan Tokyo Electron, juga memberlakukan pembatasan ekspor peralatan ke China, tetapi tidak sampai menerapkan langkah-langkah paling ketat sebagaimana yang diberlakukan oleh AS, tambah laporan itu.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

PM Spanyol janji pemadaman listrik takkan terulang, bantah energi terbarukan jadi pemicu
Indonesia
•
01 May 2025

Taiwan punya rantai industri semikonduktor terlengkap di dunia
Indonesia
•
03 Aug 2020

Indeks harga logistik angkutan jalan China naik tipis pada Desember 2022
Indonesia
•
10 Jan 2023

Surplus pendapatan minyak Arab Saudi akan diinvestasikan untuk ‘ketahanan’
Indonesia
•
28 May 2022


Berita Terbaru

Indonesia siap sambut era taksi udara, Whitesky pesan 60 unit eVTOL buatan China
Indonesia
•
25 Jul 2026

Intel raup pendapatan 288 triliun rupiah dalam tiga bulan, permintaan AI terus melonjak
Indonesia
•
24 Jul 2026

LiuGong resmi bangun pabrik alat berat di Karawang, penuhi kebutuhan nasional 9.000 unit per tahun
Indonesia
•
23 Jul 2026

Tarif AS hantam industri Jerman, hampir 40 persen tunda investasi
Indonesia
•
23 Jul 2026
