
Biaya perang AS lawan Iran sejauh ini habiskan 25 miliar dolar AS

Seorang demonstran memegang sebuah plakat di depan Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat, pada 7 April 2026. (Xinhua/Li Rui)
Biaya perang AS melawan Iran yang sedang berlangsung diperkirakan telah mencapai 25 miliar dolar AS sejauh ini, seiring konflik tersebut telah berlanjut selama dua bulan.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Seorang pejabat senior Pentagon pada Rabu (29/4) mengatakan biaya perang Amerika Serikat (AS) melawan Iran yang sedang berlangsung diperkirakan telah mencapai 25 miliar dolar AS sejauh ini, seiring konflik tersebut telah berlanjut selama dua bulan.
*1 dolar AS = 17.324 rupiah
"Kurang lebih, per hari ini, kita menghabiskan sekitar 25 miliar dolar AS untuk Operasi Epic Fury," ungkap Jules Hurst III, pelaksana tugas (Plt.) pengawas keuangan Pentagon, kepada Komite Angkatan Bersenjata Dewan Perwakilan Rakyat AS (House Armed Services Committee/HASC), saat memberikan kesaksian bersama Menteri Perang Pete Hegseth dan Ketua Kepala Staf Gabungan Dan Caine.
Hurst menambahkan bahwa sebagian besar dari biaya tersebut dialokasikan untuk amunisi, serta mencakup biaya operasional, pemeliharaan, dan penggantian peralatan.
Menurut laporan media sebelumnya, para pejabat Pentagon menyampaikan kepada anggota parlemen dalam sebuah pengarahan tertutup pada 11 Maret bahwa pemerintahan Trump telah menghabiskan lebih dari 11,3 miliar dolar AS hanya dalam enam hari pertama perangnya melawan Iran.
Kehadiran Hegseth dalam sidang dengar pendapat yang berlangsung berjam-jam itu menandai sesi tanya jawab publik pertamanya sejak AS melancarkan serangan militer terhadap Iran.
Dalam sidang dengar pendapat tersebut, sebagian besar kubu Partai Republik menyatakan dukungan terhadap keputusan Presiden Donald Trump untuk melancarkan aksi militer terhadap Iran, sementara kubu Partai Demokrat terlibat dalam perdebatan sengit dengan Hegseth mengenai strategi, tujuan, dan konsekuensi perang tersebut.
Saat menanggapi serangkaian pertanyaan tajam dari kubu Demokrat mengenai biaya perang Iran yang meningkat cepat, berkurangnya persediaan amunisi utama secara signifikan, serta dampak konflik terhadap biaya hidup warga AS, Hegseth menyebut kritik terhadap perang tersebut bermotif politis.
Sang menteri perang juga menolak menjawab pertanyaan mengenai berapa lama konflik itu kemungkinan akan berlangsung atau berapa biaya yang pada akhirnya harus ditanggung.
Lebih lanjut dia membela usulan anggaran pertahanan Pentagon tertinggi dalam sejarah sebesar 1,5 triliun dolar AS untuk tahun fiskal 2027. "Anggaran (ini) akan memastikan AS terus mempertahankan militer terkuat dan paling mumpuni di dunia, saat kita bergulat dengan lingkungan ancaman yang kompleks di berbagai wilayah konflik," tutur Hegseth.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

PM Inggris dan Presiden Mesir perkuat kerja sama di sela-sela COP26
Indonesia
•
02 Nov 2021

Sekjen PBB sebut dimulainya kembali permusuhan di Gaza harus dihindari "dengan cara apa pun"
Indonesia
•
14 Feb 2025

Serangan udara koalisi pimpinan AS gempur ibu kota Yaman
Indonesia
•
26 Feb 2024


Berita Terbaru

Perang AS-Iran masuk bulan keenam, ekonomi global masih bertahan? Ini jawaban IMF
Indonesia
•
12 Sep 2026

PBB: 1.500 warga Palestina terusir akibat pembongkaran Israel di Tepi Barat
Indonesia
•
12 Sep 2026

Aljazair putus hubungan diplomatik dengan UEA, duta besar diberi waktu 48 jam
Indonesia
•
12 Sep 2026

Houthi rebut kawasan Selat Bab al-Mandab, kuasai seluruh pesisir barat Yaman
Indonesia
•
12 Sep 2026
