Biaya hidup naik, belanja senjata disorot: Protes meluas di Italia

Para demonstran terlihat dalam aksi unjuk rasa antiperang di Roma, Italia, pada 24 Oktober 2026. (Xinhua/Wang Kaiyan)

Roma, Italia (Xinhua/Indonesia Window) – Aksi protes terkait meningkatnya biaya hidup, ekspansi militer, dan kenaikan belanja persenjataan melanda sejumlah kota di Italia pada Sabtu (24/10). Bentrokan antara demonstran dan polisi dilaporkan terjadi di beberapa lokasi, menurut media Italia.

Di Bologna, bentrokan pecah antara sejumlah demonstran dan polisi pada Sabtu malam waktu setempat, menurut harian Italia Corriere della Sera. Layanan medis darurat menerima 17 panggilan permintaan bantuan, dan enam orang dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans.

Di Roma, para demonstran memulai aksi unjuk rasa antiperang dari Piazza della Repubblica pada Sabtu sore, menurut kantor berita ANSA.

Bentrokan pun meletus antara para demonstran dan polisi di pusat kota pada malam harinya, sehingga polisi menggunakan meriam air dan gas air mata untuk membubarkan massa.

Di Turin, para demonstran yang terutama memprotes kenaikan belanja militer dan harga bahan bakar terlibat bentrokan dengan polisi pada Sabtu malam. Sejumlah demonstran melemparkan kembang api dan botol ke arah petugas, yang merespons dengan menembakkan gas air mata.

Menyusul demonstrasi yang berujung pada kerusuhan dan penjarahan pada akhir pekan lalu, khususnya di Milan, Menteri Dalam Negeri Italia Matteo Piantedosi memerintahkan pengerahan tambahan personel polisi ke berbagai wilayah di negara itu.

Penambahan personel terutama difokuskan pada kota-kota besar yang diperkirakan menjadi lokasi unjuk rasa terbesar.

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengecam aksi kekerasan tersebut melalui unggahan di media sosial pada Sabtu malam.

Dia menekankan perlunya melindungi para demonstran yang berunjuk rasa secara damai maupun masyarakat luas.

"Keselamatan semua orang harus dijamin: mereka yang ingin berunjuk rasa secara damai, mereka yang bekerja, dan mereka yang ingin menjalani kehidupan di kota mereka tanpa rasa takut," katanya. "Kita tidak boleh memberi ruang bagi mereka yang hanya menginginkan konfrontasi dan kekerasan."

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait