
Pejabat global sepakat tingkatkan kerja sama pemberantasan korupsi internasional

Ilustrasi. (Jesus Monroy Lazcano on Unsplash)
GlobE Network diluncurkan pada Juni 2021, menaungi badan-badan penegakan hukum antikorupsi dari 120 lebih negara dan kawasan.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Para perwakilan di rapat pleno Global Operational Network of Anti-Corruption Law Enforcement Authorities (GlobE Network) sepakat untuk meningkatkan kerja sama internasional dalam upaya pemberantasan korupsi.Digelar mulai Selasa (24/9) hingga Jumat (27/9) di Beijing, rapat tersebut dihadiri oleh hampir 400 perwakilan dari 105 negara dan organisasi internasional.Memuji platform yang disediakan oleh jaringan tersebut untuk menjalin kerja sama internasional dalam memerangi korupsi, Kepala Kantor Kejaksaan Agung Brasil Jorge Messias mengatakan negara-negara anggota GlobE Network perlu lebih memperkuat kemitraan baik di tingkat bilateral maupun multilateral guna mencapai hasil-hasil yang lebih nyata dan praktis bersama jaringan tersebut.Guo Yong, Kepala Institut Inspeksi dan Supervisi Disiplin Universitas Tsinghua, menekankan bahwa negara-negara harus menghindari politisasi isu korupsi dan justru menanganinya dari sudut pandang pidana sembari memperkuat kepercayaan dan menjaga komunikasi yang erat.Direktur Jenderal Unit Intelijen Keuangan Madagaskar Mamitiana Rajaonarison menyerukan lebih banyak berbagi pengalaman dan investigasi paralel untuk menangani berbagai bentuk korupsi di sektor keuangan, yang memiliki karakteristik terselubung dan sulit mengumpulkan bukti.Berbagai upaya harus dilakukan untuk meningkatkan pertukaran informasi, bantuan hukum, pemulihan aset, dan perlindungan bagi pelapor pelanggaran (whistleblower) melalui kemitraan yang kuat, menurut Dekan Akademi Antikorupsi Internasional Slagjana Taseva.Dalam sebuah forum tingkat tinggi pada rapat pleno empat hari tersebut, Konsensus Beijing tentang Kerja Sama Penegakan Hukum dan Penolakan Suaka Aman untuk Korupsi disahkan, menegaskan sikap nol toleransi jaringan tersebut terhadap korupsi.GlobE Network diluncurkan pada Juni 2021. Badan-badan penegakan hukum antikorupsi dari 120 lebih negara dan kawasan kini telah bergabung dalam jaringan tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

PBB: Pembukaan kembali kedubes Iran di Arab Saudi bermanfaat bagi kawasan
Indonesia
•
07 Jun 2023

Kelompok Houthi klaim jatuhkan ‘drone’ MQ-9 milik AS di Yaman tengah
Indonesia
•
31 Dec 2024

Qatar akan respons serangan Israel dengan "komprehensif", lanjutkan upaya mediasi Gaza
Indonesia
•
10 Sep 2025

Sistem kesehatan Gaza hadapi krisis parah akibat menipisnya obat-obatan dan layanan ambulans
Indonesia
•
12 Jul 2026


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
