
PBB: Sedikitnya 676 orang tewas dalam bentrokan di Sudan

Foto yang diabadikan pada 19 April 2023 ini menunjukkan pemandangan sebuah jalan di Khartoum, Sudan. (Xinhua/Mohamed Khidir)
Bentrokan di Sudan antara militer Sudan dan Pasukan Dukungan Cepat (Rapid Support Forces/RSF) sejak 15 April telah menewaskan sedikitnya 676 orang, sementara lebih dari 936.000 orang telah menjadi pengungsi baru, termasuk sekitar 736.200 pengungsi internal, dan sekitar 200.000 orang yang mengungsi ke negara-negara tetangga.
Khartoum, Sudan (Xinhua) – Sedikitnya 676 orang tewas akibat bentrokan antara militer Sudan dan Pasukan Dukungan Cepat (Rapid Support Forces/RSF), menurut laporan Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) pada Ahad (14/5)."Bentrokan antara Angkatan Bersenjata Sudan dan Pasukan Dukungan Cepat telah berlangsung selama 30 hari beruntun, terutama di dalam dan sekitar Khartoum, menewaskan sedikitnya 676 orang dan melukai 5.576 lainnya," kata OCHA.
Foto yang diabadikan pada 19 April 2023 ini menunjukkan sebuah toko yang tutup di Khartoum, Sudan. (Xinhua/Mohamed Khidir)
Orang-orang menunggu untuk dievakuasi di dekat sebuah bandara di Omdurman, Sudan, pada 26 April 2023. (Xinhua)
Sebuah pesawat tempur militer Sudan terlihat dalam bentrokan di Bahri, sebelah utara Khartoum, Sudan, pada 11 Mei 2023. (Xinhua/Mohamed Khidir)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Jumlah warga Palestina yang tewas di Gaza tembus 45.000 orang
Indonesia
•
18 Dec 2024

Sedikitnya 151 tewas dalam perayaan Halloween di Seoul, Korsel
Indonesia
•
30 Oct 2022

Otoritas: Kebakaran gedung di China timur disebabkan penggunaan api secara ilegal
Indonesia
•
25 Jan 2024

AS catat lebih dari 400 penembakan massal sejauh ini pada 2023
Indonesia
•
31 Jul 2023


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
