
China desak AS tak manfaatkan benda udara sipil untuk manipulasi politik

Foto yang diabadikan pada 24 September 2015 ini memperlihatkan bendera nasional China (kanan) dan Amerika Serikat serta bendera Washington D.C. di Constitution Avenue di Washington, ibu kota Amerika Serikat. (Xinhua/Bao Dandan)
Benda nirawak sipil China yang secara tidak sengaja masuk ke wilayah udara Amerika Serikat beberapa waktu lalu dinilai telah dimanfaatkan untuk manipulasi politik yang bertujuan mencoreng dan menyerang China.
Beijing, China (Xinhua) – Amerika Serikat (AS) seharusnya tidak bereaksi berlebihan atau memanfaatkan masuknya benda nirawak sipil China secara tidak sengaja untuk manipulasi politik yang bertujuan mencoreng dan menyerang China, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin pada Jumat (17/2).Wang menyampaikan pernyataan tersebut sebagai respons atas komentar Sekretaris Pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre bahwa dengan memberikan sanksi terhadap kontraktor pertahanan AS, China sedang melakukan "pengalihan" dan apa yang China lakukan dalam isu benda udara itu "tidak bertanggung jawab.""Berbicara tentang 'pengalihan', dapatkah AS memberi tahu kami mengapa mereka dapat melihat 'balon' setinggi 18.000 meter di atas tanah, tetapi tampak buta terhadap awan jamur toksik vinil klorida di atas Ohio?" tanya Wang."Mengapa mereka vokal tentang penyelidikan dan pertanggungjawaban segera setelah terjadi ledakan Nord Stream, namun sangat diam setelah muncul laporan investigasi terbaru yang ditulis oleh seorang jurnalis AS?" lanjutnya."AS juga perlu menjelaskan: Apa saja sebenarnya ketiga objek di ketinggian yang ditembak jatuh itu? Jika AS tidak menganggap kemunculan objek-objek di wilayah udara AS tersebut tidak bertanggung jawab, mengapa menudingkan jarinya ke arah China?" tuturnya."AS seharusnya tidak bereaksi berlebihan dan menyalahgunakan penggunaan kekuatan, apalagi menggunakan insiden itu untuk manipulasi politik atau untuk mencoreng dan menyerang China," kata Wang.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Menlu Rusia sebut transisi menuju tatanan ekonomi global yang lebih adil "tidak dapat dibendung"
Indonesia
•
30 Dec 2023

COVID-19 – Protes terhadap pembatasan di Belgia jadi kekerasan
Indonesia
•
06 Dec 2021

Arab Saudi kembalikan biaya umroh jamaah terkena dampak wabah corona
Indonesia
•
01 Mar 2020

Lebih 720 jam siaran dari Masjidil Haram selama Ramadhan
Indonesia
•
05 May 2022


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
