
China akan naikkan anggaran pertahanan 7,2 persen pada 2025, tandai pertumbuhan 1 digit selama 10 tahun

Fregat Tipe 054B pertama China, Luohe, resmi dikerahkan untuk armada Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (People's Liberation Army/PLA) China pada Rabu (22/1/2025) pagi waktu setempat di pelabuhan militer di Qingdao, Provinsi Shandong, China timur. (Xinhua/Li Bingxuan)
Belanja pertahanan China berada di bawah 1,5 persen dari produk domestik bruto (PDB) selama bertahun-tahun, lebih rendah dari rata-rata dunia.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – China pada Rabu (5/3) mengumumkan kenaikan sebesar 7,2 persen dalam anggaran pertahanan nasionalnya untuk 2025, menandai pertumbuhan satu digit selama 10 tahun beruntun.Rencana anggaran belanja pertahanan China tahun ini akan mencapai 1,784665 triliun yuan, menurut draf laporan anggaran yang diserahkan ke badan legislatif nasional China untuk dibahas.*1 yuan = 2.255 rupiahKenaikan 7,2 persen tersebut sama seperti dua tahun sebelumnya.Belanja pertahanan China berada di bawah 1,5 persen dari produk domestik bruto (PDB) selama bertahun-tahun, lebih rendah dari rata-rata dunia, demikian disampaikan oleh Lou Qinjian, juru bicara sesi ketiga Kongres Rakyat Nasional (National People's Congress) ke-14, kepada wartawan pada Selasa (4/3).Di tengah konflik berkepanjangan serta meningkatnya ketegangan internasional dan regional, belanja pertahanan global pada 2024 melonjak ke angka tertinggi sepanjang masa, yakni sekitar 2,43 triliun dolar AS.**1 dolar AS = 16.371 rupiahAmerika Serikat (AS), yang memiliki persenjataan nuklir terbesar di dunia, masih menjadi negara dengan belanja militer terbesar di dunia pada 2024, menyumbang 40 persen dari total belanja pertahanan global.Wu Qian, juru bicara Kementerian Pertahanan Nasional China, belum lama ini menuding belanja militer AS yang membengkak sebagai sesuatu yang "mengkhawatirkan" bagi komunitas internasional."Saya percaya AS harus menjadi negara pertama yang memangkas persenjataan nuklir dan belanja militernya, serta mempraktikkan 'America First' dalam hal ini," tutur Wu.Belanja militer China telah lama menjadi titik fokus pengawasan pihak Barat, dengan apa yang disebut sebagai "ancaman China" dibesar-besarkan hampir setiap tahun.Namun, AS berjanji akan membelanjakan tidak kurang dari 3 persen PDB-nya untuk pertahanan nasional, serta mendorong semua anggota NATO untuk meningkatkan belanja pertahanan mereka hingga 5 persen dari PDB mereka.Dalam hal per kapita, belanja pertahanan China juga jauh lebih kecil dibandingkan Washington.China menjunjung tinggi kebijakan pertahanan nasional yang bersifat defensif, dengan belanja militernya sebagian besar berfokus pada perlindungan kedaulatan, keamanan, dan kepentingan pembangunannya. Pembangunan China meningkatkan kekuatan dunia untuk perdamaian, serta negara tersebut tidak akan pernah mengincar hegemoni atau terlibat dalam ekspansionisme, tidak peduli apapun tahap perkembangan yang dicapainya.Seiring dengan meningkatnya peran China di kancah global, militernya memiliki tanggung jawab yang lebih besar dalam menyediakan lebih banyak produk keamanan publik bagi komunitas internasional.Selama bertahun-tahun, personel militer China kerap berpartisipasi dalam bantuan kemanusiaan internasional dan upaya pemulihan bencana, sehingga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap stabilitas global.Selain itu, China mengirimkan lebih dari 50.000 pasukan pemelihara perdamaian ke lebih dari 20 negara dan kawasan di seluruh dunia selama lebih dari 30 tahun terakhir, menjadi penyumbang pasukan pemelihara perdamaian terbesar di antara lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Meksiko kecam blokade ekonomi AS terhadap Kuba sebagai "hal yang keji"
Indonesia
•
04 Nov 2022

Israel kemungkinan besar akan setujui proposal Mesir terkait pembebasan sandera
Indonesia
•
28 Mar 2025

Presiden China Xi Jinping bertemu Raja Salman dalam kunjungan ke Saudi
Indonesia
•
09 Dec 2022

Pandangan Redaksi – Mengapa tanggung jawab negara besar kini lebih penting dari sebelumnya
Indonesia
•
03 Feb 2026


Berita Terbaru

Iran sebut kapal perang Eropa yang lintasi Selat Hormuz dianggap sebagai sasaran yang sah
Indonesia
•
29 Jul 2026

Israel perluas operasi militer di Tepi Barat, tambah permukiman ilegal Yahudi
Indonesia
•
29 Jul 2026

Ratusan ribu warga Afrika jadi korban perdagangan manusia, sindikat raup puluhan triliun rupiah per tahun
Indonesia
•
29 Jul 2026

Sedikitnya 15 anggota pasukan paramiliter Irak tewas akibat serangan AS-Arab Saudi
Indonesia
•
29 Jul 2026
