
Meksiko kecam blokade ekonomi AS terhadap Kuba sebagai "hal yang keji"

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador berbicara dalam konferensi pers pagi di Istana Nasional di Mexico City, ibu kota Meksiko, pada 6 Juni 2022. (Xinhua/Francisco Canedo)
Blokade ekonomi Kuba oleh Amerika Serikat yang telah berlangsung selama lebih dari enam dekade adalah "kemunduran, praktik kuno, dan tidak manusiawi," tegas Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador.
Mexico City, Meksiko (Xinhua) – Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador pada Kamis (3/11) mengecam blokade ekonomi Kuba oleh Amerika Serikat (AS) yang telah berlangsung selama puluhan tahun sebagai "hal yang keji."Hanya beberapa jam sebelum pemungutan suara untuk resolusi yang menyerukan diakhirinya sanksi terhadap Kuba di Majelis Umum PBB (UN General Assembly/UNGA), Lopez Obrador menyebut blokade AS selama lebih dari enam dekade itu sebagai "kemunduran, praktik kuno, dan tidak manusiawi.""Ini jelas pelanggaran hak asasi manusia karena mungkin saja ada masalah politik dan ideologis, tetapi kerugiannya dialami populasi, dialami masyarakat," kata presiden Meksiko tersebut kepada wartawan dalam konferensi pers hariannya di Istana Nasional."Seharusnya tidak mungkin untuk mengisolasi suatu negara seperti Kuba ataupun negara lainnya," ujarnya, seraya menambahkan bahwa AS mengklaim memperjuangkan hak asasi manusia, jadi mereka seharusnya bertindak sesuai hal itu dan memilih menentang blokade.Untuk ke-30 kalinya secara berturut-turut, UNGA pada Kamis mendukung resolusi yang diajukan Kuba untuk mengakhiri blokade ekonomi, keuangan, dan perdagangan yang diberlakukan oleh AS.Seperti tahun-tahun sebelumnya, sebagian besar negara anggota PBB memilih untuk mendukung pencabutan sanksi, sementara AS dan Israel menolaknya.Embargo AS
Pertama kali diberlakukan pada 1962, embargo AS diperketat oleh mantan presiden AS Donald Trump yang menjatuhkan 243 sanksi tambahan, termasuk melarang semua penerbangan dari AS menuju berbagai destinasi di Kuba, kecuali Havana, serta membatasi pengiriman dana yang dapat dikirim oleh warga Amerika keturunan Kuba ke keluarga mereka di Kuba.Pemerintah AS saat ini mengizinkan maskapai penerbangan untuk membuka kembali penerbangan ke berbagai kota di Kuba serta menghapus pembatasan pengiriman dana, tetapi jaringan sanksi terhadap Kuba sebagian besar masih berlaku.Menurut pemerintah Kuba, sanksi AS menyebabkan kerugian pada perekonomian Kuba sebesar 154,2 miliar dolar AS selama enam dekade terakhir.*1 dolar AS = 15.647 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Presiden Filipina janji akan tingkatkan kualitas hidup rakyat
Indonesia
•
30 Jul 2023

Pemberontak di Mali tewaskan 132 warga sipil
Indonesia
•
21 Jun 2022

Fokus Berita – Kesepakatan gencatan senjata Israel-Hamas disambut baik masyarakat internasional
Indonesia
•
16 Jan 2025

Eskalasi terus berlanjut di perbatasan Lebanon-Israel
Indonesia
•
28 Dec 2023


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
