
Bayi baru lahir jalani perawatan sifilis melonjak 900 persen di Mississippi, AS

Orang-orang melakukan selebrasi setelah pemungutan suara terkait perubahan Bendera Negara Bagian Mississippi di Jackson, Mississippi, Amerika Serikat, pada 28 Juni 2020. (Xinhua/Alan Chin)
Bayi mengidap sifilis kongenital telah melonjak lebih dari 900 persen selama kurun waktu lima tahun terakhir di Negara Bagian Mississippi di wilayah tenggara Amerika Serikat.
New York City, AS (Xinhua) – Jumlah bayi di Negara Bagian Mississippi di wilayah tenggara Amerika Serikat (AS) yang menjalani perawatan untuk penyakit sifilis kongenital telah melonjak lebih dari 900 persen selama kurun waktu lima tahun terakhir, membuat kemajuan yang telah dicapai negara bagian termiskin di AS itu dalam memberantas apa yang disebut para pakar sebagai krisis kesehatan masyarakat yang dapat dihindari menjadi sia-sia, demikian dilansir NBC News pekan lalu."Kenaikan kasus bayi mengidap sifilis kongenital telah meningkatkan risiko kejadian yang mengancam nyawa bagi bayi-bayi baru lahir di negara bagian yang juga mencatatkan tingkat mortalitas bayi terburuk di negara ini," menurut laporan tersebut.Pada 2021, sebanyak 102 bayi baru lahir di Mississippi menjalani perawatan akibat penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual itu, bertambah dari 10 yang tercatat pada 2016, menurut analisis terhadap data tagihan rumah sakit yang dibagikan oleh Thomas Dobbs, direktur medis untuk Crossroads Clinic di Jackson yang dikelola Departemen Kesehatan Negara Bagian Mississippi, yang berfokus pada infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual."Hal ini tampak seperti sesuatu yang seharusnya terjadi seratus tahun lalu, bukan tahun lalu," demikian dikutip dari Dobbs, yang juga menjabat sebagai dekan di Fakultas Kesehatan Populasi John D. Bower di University of Mississippi Medical Center. "Hal ini benar-benar mencengangkan."Departemen Kesehatan Negara Bagian Mississippi tidak secara resmi melacak kasus kematian akibat sifilis kongenital, tetapi mengatakan bahwa sedikitnya ada satu bayi yang meninggal pada 2021. Sifilis kongenital terjadi ketika infeksi ditularkan dari sang ibu ke anaknya pada masa kehamilan. Jika tidak diberi perawatan, wanita hamil yang menderita sifilis memiliki peluang sebesar 80 persen untuk menularkan penyakit tersebut kepada bayinya, papar laporan itu.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Dewan HAM PBB desak pertanggungjawaban Israel atas potensi kejahatan perang di Gaza
Indonesia
•
06 Apr 2024

COVID-19 – Bio Farma uji klinis fase 3 vaksin pertengahan Agustus
Indonesia
•
06 Aug 2020

Lagu tema ASEAN Para Sports insipirasikan acara amal Yayasan Maria Monique Lastwish
Indonesia
•
31 May 2023

UIN Jakarta jalin kerja sama dengan dua universitas ternama China
Indonesia
•
08 Dec 2023


Berita Terbaru

Krisis demografi Jepang memburuk, 477 munisipalitas alami penyusutan penduduk
Indonesia
•
13 Jul 2026

Feature – Ketika kopi tak lagi identik dengan rasa pahit: Jejak tren ‘fruity coffee’ dari China hingga Jakarta
Indonesia
•
13 Jul 2026

Euforia Argentina sampai Ternate, ratusan suporter konvoi usai timnas lolos ke semifinal
Indonesia
•
13 Jul 2026

Populasi Kamboja diproyeksikan capai 24 juta pada 2050, lansia meningkat tajam
Indonesia
•
13 Jul 2026
