
CATL China luncurkan baterai baru untuk kendaraan ‘hybrid’

Foto udara yang diabadikan pada 24 Juni 2022 ini menunjukkan gedung Contemporary Amperex Technology Co., Ltd. (CATL) di Ningde, Provinsi Fujian, China timur. (Xinhua/Lin Shanchuan)
Baterai hybrid Freevoy mengatasi kelemahan kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV) di suhu rendah, sehingga memungkinkan kendaraan tersebut dapat beroperasi di lingkungan yang sangat dingin.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Contemporary Amperex Technology Co., Ltd. (CATL), produsen baterai terkemuka di China, pada Kamis (24/10) di Beijing meluncurkan baterai baru yang dirancang untuk kendaraan hybrid.Baterai tersebut, yang dikenal sebagai Freevoy, merupakan baterai hybrid pertama di dunia dengan jangkauan lebih dari 400 kilometer dan kemampuan pengisian daya supercepat. Pengisian daya selama 10 menit saja dapat menambah jarak tempuh hingga lebih dari 280 kilometer, demikian disampaikan Gao Huan, chief technology officer di China E-car Business CATL.Dengan mengepak baterai sodium-ion dan baterai lithium-ion, Freevoy juga mengatasi kelemahan kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV) di suhu rendah, sehingga memungkinkan kendaraan tersebut dapat beroperasi di lingkungan yang sangat dingin. Baterai ini dapat beroperasi pada suhu serendah minus 40 derajat Celsius untuk pemakaian dan minus 30 derajat Celsius untuk pengisian ulang.Semakin banyak konsumen China menyukai mobil hybrid karena menawarkan jarak tempuh yang lebih jauh daripada kendaraan listrik murni (pure EV) dan memerlukan biaya bahan bakar yang lebih murah daripada mobil berbahan bakar bensin.Data dari Asosiasi Manufaktur Mobil China (China Association of Automobile Manufacturers/CAAM) menunjukkan bahwa penjualan mobil hybrid dalam sembilan bulan pertama tahun ini mencapai 3,32 juta unit, naik 84,2 persen secara tahunan (year on year/yoy)."Tingkat penetrasi kendaraan hybrid di pasar NEV mencapai 43 persen, sebuah kekuatan yang tidak dapat diabaikan dalam proses elektrifikasi," kata Luo Jian, chief marketing officer CATL.Freevoy telah diadopsi oleh berbagai perusahaan EV China, termasuk Li Auto dan AVATR, dan diharapkan dapat dipasang pada model-model yang dibuat produsen mobil lain, termasuk Geely dan Chery.Menurut perusahaan riset pasar SNE Research, volume konsumsi baterai EV buatan CATL menduduki peringkat pertama dunia selama tujuh tahun berturut-turut, menguasai 36,8 persen pangsa pasar baterai EV global pada 2023.Berkantor pusat di Ningde, Provinsi Fujian, China timur, CATL telah menandatangani sejumlah kontrak pasokan dengan banyak produsen mobil global, termasuk BMW, Volkswagen, Daimler, dan Honda.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China tingkatkan inovasi iptek dalam industri produk susu
Indonesia
•
25 Nov 2023

Tim ilmuwan China rancang kulit elektronik ‘3D bio-inspired’
Indonesia
•
07 Jun 2024

Karang terbesar di dunia ditemukan di Samudra Pasifik barat daya
Indonesia
•
16 Nov 2024

China akan tingkatkan popularitas sains dengan soroti dunia maya dan dana sosial
Indonesia
•
06 Sep 2022


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
