
Bank benih satwa liar terbesar di Asia lestarikan lebih dari 11.000 spesies tanaman

Foto yang diabadikan pada 20 Oktober 2021 ini menunjukkan ruang penyimpanan vitro di Bank Plasma Nutfah Spesies Liar di Kunming, Provinsi Yunnan, China barat daya. (Xinhua/Jiang Wenyao)
Bank Plasma Nutfah Spesies Liar (Germplasm Bank of Wild Species) di Provinsi Yunnan, China barat daya, yang merupakan bank plasma nutfah terbesar di Asia, telah melestarikan lebih dari 11.000 jenis benih tanaman liar.
Kunming, 6 Juni (Xinhua) – Bank Plasma Nutfah Spesies Liar (Germplasm Bank of Wild Species) di Provinsi Yunnan, China barat daya, yang merupakan bank plasma nutfah terbesar di Asia, telah melestarikan lebih dari 11.000 jenis benih tanaman liar, demikian menurut Institut Botani Kunming yang berada di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS).Hingga akhir 2023, bank benih tersebut telah melestarikan lebih dari 94.000 benih tanaman dari 11.000 lebih spesies dan menampung benih lebih dari sepertiga tanaman liar di China, tutur Cai Jie, direktur pusat pengumpulan plasma nutfah di bank benih tersebut, kepada Xinhua pada Rabu (5/6).Mengingat bahwa gen sebagian besar tanaman terkandung dalam benihnya, sumber daya plasma nutfah menjadi pembawa informasi genetik tanaman. Bank benih merupakan fasilitas terpenting untuk melestarikan sumber daya tersebut.Didirikan pada 2007, bank benih yang terafiliasi dengan institut CAS itu mencakup kumpulan benih, bank DNA, bank mikroba, bank sumber daya plasma nutfah hewan, dan sektor-sektor lainnya. Dijuluki sebagai ‘Bahtera Nuh’ tanaman di China, fasilitas ini merupakan fasilitas penelitian dan pelestarian komprehensif terkemuka untuk plasma nutfah tanaman langka dan terancam punah di seluruh dunia dan merupakan kumpulan plasma nutfah satwa liar terbesar di Asia.Cai mengatakan bahwa selain secara efektif melestarikan benih tanaman liar, bahan jaringan tanaman, DNA tanaman, jamur besar, galur mikroba, dan sumber daya genetik hewan, bank plasma nutfah ini juga memiliki basis data sumber daya genetik yang canggih dan sistem pengelolaan pertukaran informasi, serta sebuah platform riset dan sistem teknologi yang mengintegrasikan pendeteksian gen fungsional, kloning, dan validasi.Selain itu, bank plasma nutfah ini telah membangun platform identifikasi dan basis data barcode DNA tanaman terbesar di China. Berdasarkan teknologi pemberian barcode DNA, bank tersebut menemukan spesies tersembunyi dan baru dalam berbagai takson, seperti tampinur (yew) China, salamander raksasa China, dan ular, papar Cai.Temuan-temuan ini memberikan landasan krusial untuk menjaga ketahanan hayati nasional serta berkontribusi pada konservasi keanekaragaman hayati dan pemanfaatan berkelanjutan di China, imbuhnya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Obesitas dan alkohol jadi pemicu utama risiko kanker payudara pada wanita seiring bertambahnya usia
Indonesia
•
30 Mar 2026

Danau utama di pusat industri China catat rekor kualitas air terbaik dalam beberapa dekade
Indonesia
•
15 Jan 2025

Sebuah penelitian identifikasi sembilan spesies salamander China yang terancam kritis
Indonesia
•
12 Oct 2024

Tim peneliti Taiwan analisis penyebab topan super di luar musim
Indonesia
•
09 Nov 2023


Berita Terbaru

Jepang temukan bahan kimia industri beracun lampaui ambang batas di 629 lokasi pemantauan air
Indonesia
•
30 Mar 2026

Jepang kembali batalkan uji terbang perdana kendaraan eksperimental roket ‘reusable’ akibat malafungsi
Indonesia
•
30 Mar 2026

Mengisap vape berpotensi picu kanker
Indonesia
•
31 Mar 2026

China luncurkan roket pengangkut Lijian-2 Y1
Indonesia
•
31 Mar 2026
