
BAIC berencana perkenalkan dua mobil listrik di Indonesia pada 2026

Wuling Cloud EV dipamerkan dalam sebuah acara seremonial di Cikarang, Provinsi Jawa Barat, pada 27 November 2024. (Xinhua/Zulkarnain)
BAIC Indonesia menargetkan penjualan hingga 2.018 unit kendaraan pada 2026, sebuah lonjakan sebesar 198 persen dibandingkan tahun lalu.
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Produsen mobil asal China, BAIC, berencana menghadirkan dua model mobil listrik (electric vehicle/EV) ke pasar Indonesia pada 2026 sebagai salah satu strategi perusahaan tersebut untuk mencapai pertumbuhan pasar hampir tiga kali lipat pada tahun ini. Perusahaan itu juga akan memperluas jaringan penjualan dan memperkuat layanan purnajual sebagai komitmen ekspansi di pasar dalam negeri.
"Kami melihat momentum yang sangat positif bagi BAIC di Indonesia, dan dengan dukungan produk yang kompetitif serta jaringan dealer yang terus berkembang, kami optimistis dapat mempercepat pertumbuhan penjualan ke depan," kata Chief Operating Officer (COO) BAIC Indonesia Dhani Yahya dalam keterangan resminya.
BAIC Indonesia menargetkan penjualan hingga 2.018 unit kendaraan pada 2026, sebuah lonjakan sebesar 198 persen dibandingkan tahun lalu. Salah satu strategi untuk mencapai pertumbuhan tersebut adalah melalui perluasan lini produk ke segmen kendaraan listrik dengan menghadirkan dua model EV sekaligus.
Sebagai rencana pada 2026, BAIC akan memperkenalkan mobil listrik Arcfox T1 yang merupakan lini produk EV medium hatchback, diikuti dengan BAIC X1 yang berada di segmen small hatchback. BAIC berencana memperkenalkan lebih banyak model EV di Indonesia pada tahun-tahun mendatang, termasuk menghadirkan MPV dan SUV listrik pada tahun depan.
Sebagai strategi pertumbuhan tahun ini, BAIC juga mempercepat pengembangan jaringan dealer dengan menargetkan memiliki 28 gerai di seluruh Indonesia pada akhir 2026, dengan fokus awal pada penguatan jaringan di wilayah Jabodetabek.
"Ke depannya, kami juga memiliki visi yang lebih besar untuk menjadikan Indonesia tidak hanya sebagai pasar penting bagi BAIC, tetapi juga sebagai salah satu basis manufaktur dan pusat strategis BAIC di kawasan Asia Tenggara," kata Dhani Yahya.
Di samping itu, BAIC akan memperkuat layanan purnajual melalui berbagai program perlindungan pelanggan. Program tersebut antara lain mencakup pemberian garansi kendaraan hingga lima tahun, layanan perawatan gratis selama empat tahun, ketersediaan suku cadang orisinal di seluruh jaringan dealer dengan jaminan pemenuhan hingga 90 persen, serta layanan bantuan darurat gratis di jalan raya selama lima tahun.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Sektor telekomunikasi China catat pertumbuhan stabil dalam 11 bulan pertama 2023
Indonesia
•
25 Dec 2023

Tren ‘bergaya China’ berdampak positif pada merek tradisional di Beijing
Indonesia
•
25 Jan 2023

Minyak hampir datar, kekhawatiran resesi imbangi prospek permintaan
Indonesia
•
24 May 2022

Impor minyak China dari Rusia naik 55 persen selama Mei, lampaui Arab Saudi
Indonesia
•
20 Jun 2022


Berita Terbaru

Lepas L8 resmi meluncur di Indonesia, dibanderol Rp589 juta dengan Jarak tempuh hingga 1.300 km
Indonesia
•
28 Jul 2026

Malaysia tinggal selangkah lagi jadi negara berpenghasilan tinggi, ekonomi tumbuh 5,8 persen
Indonesia
•
28 Jul 2026

Indonesia raup 18,62 triliun rupiah dari Panda Bonds perdana, pasar keuangan China kian terbuka
Indonesia
•
28 Jul 2026

Ekonomi ASEAN+3 diproyeksikan tumbuh 4,1 persen pada 2026, didorong AI dan semikonduktor
Indonesia
•
28 Jul 2026
