
Peneliti China kembangkan teknologi baru untuk produksi propilena

Foto yang diabadikan pada 17 Februari 2023 ini menunjukkan lengan robot yang beroperasi di lini produksi di sebuah pabrik kaca di Jiamusi, Provinsi Heilongjiang, China timur laut. (Xinhua/Wang Jianwei)
Bahan penyaring molekuler ZU-609 hanya mengizinkan molekul propilena masuk dan memblokir molekul propana secara cepat, efisien, dan rendah karbon, dan diharapkan secara signifikan mengurangi konsumsi energi pada teknologi pemisahan propilena.
Hangzhou, China (Xinhua) – Sebuah tim peneliti China berhasil mengembangkan material penyaring molekuler baru untuk memisahkan propilena dari propana, menurut Universitas Zhejiang.Propilena adalah bahan baku yang ditemukan dalam produk kimia seperti plastik, peralatan rumah tangga, peralatan medis, serat sintetis, dan kosmetik. Namun, terdapat tingkat kesulitan yang tinggi dalam pemisahan propilena dari propana selama produksi industri.Penyaring molekuler hanya memungkinkan molekul yang lebih kecil untuk masuk, sehingga menghalangi molekul yang lebih besar, kata Xing Huabin dari Universitas Zhejiang, ketua proyek penelitian tersebut.Tim peneliti itu berhasil mengembangkan bahan penyaring molekuler ZU-609 yang cepat, efisien, dan rendah karbon serta hanya mengizinkan molekul propilena masuk dan memblokir molekul propana.Hasilnya diharapkan dapat secara signifikan mengurangi konsumsi energi pada teknologi pemisahan propilena dan akan memberikan dukungan untuk pelokalan bahan kimia elektronik dengan kemurnian sangat tinggi, kata Xing.
Seorang pria bekerja di pabrik General Tire Technology (Kamboja) di Zona Ekonomi Khusus Sihanoukville (Sihanoukville Special Economic Zone/SSEZ) di Sihanoukville, Kamboja, pada 21 November 2023. Terletak di Kamboja barat daya, SSEZ, sebuah perusahaan patungan antara perusahaan-perusahaan China dan Kamboja, tidak hanya memberikan dampak positif terhadap kehidupan masyarakat setempat, tetapi juga secara signifikan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi negara kerajaan itu. (Xinhua/Liao Hongqing)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China bangun konstelasi satelit untuk fasilitasi konektivitas pintar dari luar angkasa
Indonesia
•
30 May 2025

Ilmuwan Kenya temukan obat untuk kurangi risiko malaria di kalangan ibu hamil positif HIV
Indonesia
•
18 Jan 2024

Sistem udara nirawak komersial yang dikembangkan China siap lakukan penerbangan perdana
Indonesia
•
06 Apr 2024

Studi: Melindungi ikan jadi kunci untuk cegah ledakan populasi bintang laut di Great Barrier Reef
Indonesia
•
02 Dec 2025


Berita Terbaru

ZTE dan XLSMART luncurkan pusat inovasi di Jakarta untuk dukung pengembangan 5G-A dan AI di Indonesia
Indonesia
•
28 Apr 2026

Deforestasi Amazon di Brasil turun 17 persen pada Q1 2026
Indonesia
•
29 Apr 2026

Ekosistem mangrove efektif urai limbah budi daya laut
Indonesia
•
28 Apr 2026

Ilmuwan China temukan 2 mineral Bulan baru
Indonesia
•
25 Apr 2026
