Azerbaijan akan tanam 650.000 pohon dalam sehari

Azerbaijan akan tanam 650.000 pohon dalam sehari
Ilustrasi kebun pembibitan pohon. (Photo by Abigail Lynn on Unsplash)

Jakarta (Indonesia Window) – Peringatan kelahiran penyair dan pemikir Azerbaijan, Imadaddin Nasimi (1369 – 1417), yang ke-650 tahun ini akan berbeda dari sebelumnya dengan prakarsa Wakil Presiden Pertama Mehriban Aliyeva yang mengajak masyarakat negara kaya minyak itu untuk menanam 650.000 pohon dalam sehari.

Menurut kepala pelayanan pers Kementerian Ekologi dan Sumber Daya Alam Azerbaijan, Irada Ibrahimova, penanaman pohon tersebut akan menjadi rekor baru dunia, sebut laporan dari kantor berita Azertac yang dikutip di Jakarta, Selasa.

“Dengan gagasan mulia ini semua orang memiliki kesempatan untuk menanam pohon, dan akan ada peningkatan penghijauan dan kehutanan yang luar biasa,” ujar Irada.

Menurut dia, semua wilayah Azerbaijan secara serius mempersiapkan kegiatan tersebut dengan menanam bibit pohon di kebun pembibitan Pusat Sistem Penghijauan, Lansekap dan Kehutanan Azerbaijan.

Sebanyak 650.000 pohon diharapkan siap ditanam dalam satu hari pada akhir November 2019.

“Kami mengundang semua orang untuk bergabung dengan inisiatif luar biasa ini untuk menanam pohon dan merawat pohon yang ditanam. Setiap pohon yang ditanam adalah masa depan yang sehat dan lingkungan yang sehat,” kata kepala layanan pers kementerian.

Gagasan Wakil Presiden Pertama Azerbaijan Mehriban Aliyeva yang dinamakan proyek “Mari menanam 650.000 pohon” itu bertujuan mempromosikan warisan Imadaddin Nasimi di seluruh dunia.

Tokoh-tokoh publik, serta perwakilan korps diplomatik, otoritas eksekutif, organisasi non-pemerintah dan sukarelawan muda akan berpartisipasi dalam inisiatif ini.

Sebanyak 650.000 pohon yang ditanam dalam satu hari di negara yang terletak antara Asia dan Eropa tersebut diharapkan membantu mengurangi 2,6 ribu meter kubik emisi karbondioksida setiap tahun dan berperan signifikan dalam mitigasi perubahan iklim dan perlindungan lingkungan.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here