
Pakar China: Aturan wajib pakai masker di tempat umum dapat dilonggarkan

Beberapa penumpang berswafoto di dalam kereta G99 di Stasiun Kereta Hongqiao Shanghai di Shanghai, China timur, pada 1 April 2023. (Xinhua/Wang Xiang)
Aturan wajib mengenakan masker di China dapat dilonggarkan, mengingat pandemik global COVID-19 sudah hampir berakhir dan kasus penularan flu domestik pun terus mengalami penurunan.
Beijing, China (Xinhua) – Seorang pakar kesehatan China menyarankan tentang pelonggaran aturan wajib memakai masker di tempat umum kecuali untuk pusat perawatan lansia dan beberapa fasilitas berisiko tinggi lainnya, mengingat pandemik global COVID-19 sudah hampir berakhir dan kasus penularan flu domestik pun terus mengalami penurunan, demikian dilansir China Daily pada Selasa (4/4).Epidemi yang terus mereda dalam beberapa bulan terakhir memunculkan diskusi tentang memperbolehkan masyarakat melepas masker sebagai langkah untuk memulihkan kembali kehidupan normal sepenuhnya, kata surat kabar itu.Keputusan untuk memakai masker dapat diserahkan kepada masing-masing individu ketika berada di tempat-tempat yang tidak mewajibkan pemakaian masker, kata Wu Zunyou, kepala ahli epidemiologi di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Disease Control and Prevention/CDC) China, seperti dikutip surat kabar itu.Menurut data terbaru yang dirilis oleh CDC China, jumlah kasus baru positif COVID-19 turun menjadi kurang dari 3.000 pada Kamis (30/3), sekitar level yang sama seperti yang terlihat pada Oktober tahun lalu, sebelum munculnya wabah besar yang memuncak pada akhir Desember lalu, tulis China Daily.Kasus-kasus positif baru ini sebagian besar terdeteksi melalui pengujian proaktif, dan kebanyakan dari mereka tidak terinfeksi selama gelombang sebelumnya, kata Wu, seraya menambahkan bahwa juga tidak ada kematian baru terkait COVID-19 di rumah sakit selama beberapa pekan berturut-turut."Bisa dikatakan epidemi domestik ini pada dasarnya sudah berakhir," ujar pakar kesehatan itu.Wu mengatakan bahwa secara global angka infeksi dan kematian pekanan COVID-19 pada bulan lalu telah turun ke rekor terendah sejak merebaknya pandemik pada akhir 2019, mengindikasikan bahwa pandemik juga akan segera usai.Mengenai musim flu tahun ini, Wu mengatakan tingkat positif flu telah stabil dalam tiga pekan terakhir, dan jumlah kasus baru akan terus menurun seiring menghangatnya cuaca.Meski demikian, aturan wajib mengenakan masker tetap diwajibkan saat individu bepergian ke tempat-tempat yang mewajibkan penggunaan masker, termasuk saat menghadiri konferensi tertentu atau mengunjungi pusat perawatan lansia, rumah sakit, dan fasilitas lainnya yang belum pernah mengalami wabah besar, kata pakar epidemiologi tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Uganda cabut ‘lockdown’ Ebola di pusat wabah
Indonesia
•
20 Dec 2022

COVID-19 – WHO: Kasus rawat inap dan kematian diperkirakan naik saat cuaca lebih dingin
Indonesia
•
02 Sep 2022

Ketua Parlemen Arab sebut "relokasi" sebagai rencana untuk akhiri perjuangan Palestina
Indonesia
•
25 Feb 2025

Buku-buku China sedot perhatian di ajang Frankfurt Book Fair ke-74
Indonesia
•
23 Oct 2022


Berita Terbaru

Queensland di Australia akan larang anak di bawah 16 tahun kendarai perangkat ‘e-mobility’
Indonesia
•
25 Mar 2026

Badan Pengawas Obat AS tarik hampir 90.000 botol ibuprofen anak secara nasional
Indonesia
•
21 Mar 2026

Angka kematian anak balita turun lebih dari setengahnya sejak tahun 2000
Indonesia
•
19 Mar 2026

Idul Fitri 1447H – Warga Afghanistan bersiap sambut Idul Fitri di tengah sanksi dan kemiskinan
Indonesia
•
19 Mar 2026
