Jumlah kendaraan di China melonjak, namun angka kecelakaan besar di jalan raya turun

Foto dari udara yang diabadikan dengan drone pada 17 Februari 2024 ini menunjukkan kendaraan yang melintas di jalan tol di wilayah Longsheng, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan. (Xinhua/Pan Zhixiang)
Angka kecelakaan besar lalu lintas jalan raya dalam lima tahun terakhir di China menurun, meskipun jumlah kendaraan di jalan raya negara itu mengalami lonjakan.
Beijing, China (Xinhua) – China mencatat tren penurunan dalam hal angka kecelakaan besar lalu lintas jalan raya dalam lima tahun terakhir, meskipun jumlah kendaraan di jalan raya negara itu mengalami lonjakan, demikian menurut Kementerian Keamanan Publik China.Dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Beijing pada Senin (27/5), kementerian itu mengungkapkan bahwa pada 2023, negara tersebut mencatat 436 kecelakaan di jalan raya yang masing-masing mengakibatkan tiga atau lebih kematian, yang merupakan penurunan sebesar 12 persen jika dibandingkan dengan jumlah kecelakaan serupa yang tercatat pada 2019.Dibandingkan dengan 2019, armada kendaraan China pada 2023 melonjak hingga 116 juta unit menjadi 440 juta, atau naik 36 persen, sementara jumlah pengemudi bertambah 112 juta, atau 27 persen, menjadi 530 juta, menurut data kementerian tersebut.Jaringan jalan raya di negara itu juga telah diperluas untuk mengakomodasi volume lalu lintas yang meningkat, dengan total panjang jalan mencapai 5,44 juta km hingga akhir 2023, termasuk 184.000 km jalan tol."Dengan pesatnya perkembangan ekonomi dan masyarakat China, jumlah kendaraan dan pengemudi, serta panjang jalan raya, semuanya telah memasuki jalur pertumbuhan yang pesat," ujar juru bicara kementerian itu, Li Guozhong.Sejak 2019, pihak kementerian telah meluncurkan lebih dari 70 langkah reformasi manajemen lalu lintas guna meningkatkan layanan dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat, memberikan manfaat bagi lebih dari 800 juta orang dan menghemat lebih dari 70 miliar yuan dalam hal biaya.Di antara langkah-langkah tersebut, terdapat peluncuran aplikasi seluler yang menawarkan 35 layanan manajemen lalu lintas kepada lebih dari 540 juta pengguna, sementara sistem berbasis video untuk memproses kecelakaan lalu lintas ringan secara cepat telah diujicobakan di 250 kota di China.Selain itu, tiga langkah diperkenalkan untuk memfasilitasi layanan surat izin mengemudi bagi warga negara China di luar negeri, menurut kementerian China tersebut.*1 yuan = 2.220 rupiahLaporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Kasus rawat inap dan kematian di Los Angeles lampaui angka musim dingin tahun lalu
Indonesia
•
20 Dec 2022

Jumlah kasus infeksi flu dan COVID di AS melonjak
Indonesia
•
06 Dec 2023

Palestina desak pembukaan kembali penuh penyeberangan Gaza
Indonesia
•
03 Aug 2025

Penyandang disabilitas Amerika hadapi diskriminasi dalam perawatan kesehatan
Indonesia
•
09 Oct 2022
Berita Terbaru

Warga Selandia Baru kian khawatir terhadap dampak AI pada masyarakat
Indonesia
•
02 Mar 2026

Feature – Operasi katarak di Alor, pulau indah yang tersamar
Indonesia
•
01 Mar 2026

Sepertiga warga Somalia akan hadapi kelaparan pada Maret
Indonesia
•
27 Feb 2026

Zambia umumkan wabah polio usai virus terdeteksi di air limbah
Indonesia
•
26 Feb 2026
