Blinken akui AS kirim senjata ke Ukraina sebelum konflik dimulai

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (kiri) bertemu dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken yang sedang berkunjung di Kiev, ibu kota Ukraina, pada 6 Mei 2021. (Xinhua/Kantor Kepresidenan Ukraina)
AS telah memberikan bantuan militer senilai 61,4 miliar dolar AS kepada Ukraina sejak konflik dimulai, dan menyetujui sekutu-sekutunya di NATO untuk mengirimkan 12.000 sistem penghancur lapis baja (anti-armor) dalam berbagai jenis, lebih dari 1.550 rudal antipesawat, radar, perangkat penglihatan malam, senapan mesin dan amunisi, serta rompi antipeluru.
Washington, AS (Xinhua/Indonesia Window) – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken pada Sabtu (4/1) mengakui bahwa AS telah "secara diam-diam mengirimkan banyak senjata ke Ukraina" lima bulan sebelum konflik terjadi."Kami sudah menduga itu akan terjadi," kata Blinken dalam sebuah wawancara dengan The New York Times, seraya menyatakan AS memastikan bahwa "Ukraina siap" dengan mengirimkan dana miliaran dolar AS dan senjata sejak September 2021."Yang harus kami perhatikan setiap saat adalah bukan hanya apakah kami harus memberikan ini kepada Ukraina, melainkan juga apakah mereka tahu cara menggunakannya? Bisakah mereka memeliharanya?" imbuhnya.Ketika ditanya apakah sudah waktunya untuk mengakhiri konflik, Blinken mengatakan gencatan senjata kemungkinan akan memberikan Rusia kesempatan untuk istirahat, dan setiap gencatan senjata harus memastikan Ukraina dapat "mencegah agresi lanjutan," yang, menurutnya, dapat dicapai melalui keanggotaan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO)."Rusia telah membicarakan hal ini selama bertahun-tahun," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova pada Sabtu saat menanggapi pernyataan Blinken, seraya menyatakan bahwa pernyataan tersebut menekankan "alasan di balik tujuan Rusia terkait demiliterisasi Ukraina.""Kami menyuarakan keprihatinan atas AS dan Inggris yang mengirim senjata ke Ukraina, latihan NATO yang tiada henti di Laut Hitam yang melanggar perbatasan Rusia, dan kedekatan berbahaya pesawat militer Barat dengan pesawat penumpang sipil di wilayah udara kami," imbuhnya.Kremlin telah berulang kali mengkritik pengiriman senjata Barat ke Ukraina, mengeklaim bahwa hal tersebut meningkatkan konflik, menghalangi upaya perdamaian, dan menyeret anggota NATO ke dalam keterlibatan langsung.Menurut Departemen Luar Negeri AS, per Senin, AS telah memberikan bantuan militer senilai 61,4 miliar dolar AS kepada Ukraina sejak konflik dimulai. Dan AS telah "menyetujui" sekutu-sekutunya di NATO untuk mengirimkan 12.000 sistem penghancur lapis baja (anti-armor) dalam berbagai jenis, lebih dari 1.550 rudal antipesawat, radar, perangkat penglihatan malam, senapan mesin dan amunisi, serta rompi antipeluru ke Ukraina.*1 dolar AS = 16.217 rupiahLaporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Kejaksaan Korsel dakwa Presiden Yoon atas tuduhan pemberontakan
Indonesia
•
28 Jan 2025

Telaah – Pertemuan Macron-Trump soroti perpecahan Eropa dan AS dalam konflik Ukraina
Indonesia
•
26 Feb 2025

Israel klaim tewaskan komandan militer Hamas di Jenin, Tepi Barat
Indonesia
•
31 Aug 2024

Balas serangan Israel di Gaza, militan Palestina tembakkan rentetan roket
Indonesia
•
11 May 2023
Berita Terbaru

Trump rencanakan perpanjangan blokade terhadap Iran
Indonesia
•
30 Apr 2026

Analisis – Akankah aliansi oposisi baru Israel ‘Together’ patahkan dominasi Netanyahu dalam politik Israel?
Indonesia
•
30 Apr 2026

Partai Demokrat ingin cegah Trump serang Kuba, Senat AS tak setuju
Indonesia
•
30 Apr 2026

Deplu AS akan terbitkan paspor dalam jumlah terbatas yang tampilkan potret Trump
Indonesia
•
30 Apr 2026
