
Militer AS luncurkan ‘Project Freedom’ kawal kapal keluar dari Selat Hormuz

Foto dokumentasi yang diabadikan pada 19 Februari 2025 ini menunjukkan Selat Hormuz. (Xinhua/Wang Qiang)
Project Freedom akan mendukung kapal-kapal niaga yang berupaya melintas secara bebas melalui koridor perdagangan internasional Selat Hormuz.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Komando Pusat (Central Command/CENTCOM) Amerika Serikat (AS) pada Ahad (3/5) mengatakan bahwa pasukannya akan mulai melaksanakan "Proyek Kebebasan" (Project Freedom) Presiden AS Donald Trump dengan mengawal kapal-kapal keluar dari Selat Hormuz pada Senin (4/5).
"Misi ini, yang diperintahkan oleh Presiden, akan mendukung kapal-kapal niaga yang berupaya melintas secara bebas melalui koridor perdagangan internasional yang vital tersebut," kata CENTCOM dalam sebuah pernyataan di platform media sosial X.
Dukungan militer AS untuk upaya itu akan mencakup kapal perusak dengan rudal berpemandu, lebih dari 100 pesawat berbasis darat dan laut, platform nirawak multidomain, serta 15.000 personel militer, demikian disampaikan dalam pernyataan tersebut.
Pernyataan itu menambahkan bahwa Maritime Freedom Construct, sebuah inisiatif yang diumumkan pekan lalu oleh Departemen Luar Negeri AS, "akan sangat penting selama Proyek Kebebasan." Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan pertukaran informasi dalam mendukung keamanan di selat utama tersebut dan mengombinasikan "aksi diplomatik dengan koordinasi militer."
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

PM Prancis umumkan kabinet baru, tunjuk dua mantan PM sebagai menteri
Indonesia
•
26 Dec 2024

Lebih dari 50.000 migran ilegal capai Spanyol pada 2023
Indonesia
•
22 Dec 2023

Netanyahu lakukan kunjuangan rahasia ke UEA saat perang dengan Iran, tapi dibantah
Indonesia
•
14 May 2026

Menlu AS dan menantu Trump jadi anggota dewan perdamaian Gaza yang dipimpin Trump
Indonesia
•
17 Jan 2026


Berita Terbaru

Badan Maritim PBB hentikan evakuasi setelah serangan di Teluk Oman, 11.000 pelaut terjebak di Selat Hormuz
Indonesia
•
26 Jun 2026

Iran desak AS hentikan interpretasi yang bertentangan dengan MoU perdamaian
Indonesia
•
26 Jun 2026

Arab Saudi tangguhkan perjalanan ke tiga negara Afrika, cegah penyebaran Ebola
Indonesia
•
26 Jun 2026

Oman tegaskan Selat Hormuz tak akan kenakan biaya transit, jamin navigasi tetap aman
Indonesia
•
26 Jun 2026
