Menlu China bertemu Menlu Singapura di Beijing

Menteri Luar Negeri (Menlu) China Qin Gang (kanan) bertemu dengan Menlu Singapura Vivian Balakrishnan (kiri) di Beijing, China, pada Senin (20/2/2023). (Xinhua)

Arsitektur kerja sama regional yang terbuka dan inklusif dengan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Association of Southeast Asian Nations/ASEAN) menjadi titik tekan dari pertukaran tingkat tinggi tahap selanjutnya antara China dan Singapura.

 

Beijing, China (Xinhua) – Menteri Luar Negeri (Menlu) China Qin Gang bertemu dengan Menlu Singapura Vivian Balakrishnan di Beijing, China, pada Senin (20/2).

Qin mengatakan bahwa China sangat mementingkan hubungan bilateral dengan Singapura dan peran unik yang dimainkan Singapura dalam urusan regional dan internasional. China siap bekerja sama dengan Singapura untuk mengimplementasikan konsensus penting yang dicapai oleh kedua kepala negara dan mencapai perkembangan baru dalam hubungan bilateral.

Memperhatikan adanya peluang penting untuk integrasi dan promosi modernisasi kedua negara secara timbal balik, Qin menuturkan kedua pihak harus mengupayakan sinergi yang lebih besar di antara strategi pembangunan satu sama lain, bersama-sama memajukan pembangunan Sabuk dan Jalur Sutra yang berkualitas tinggi, serta mendorong peningkatan kerja sama.

Sementara itu, Balakrishnan mengatakan bahwa sejak merebaknya COVID-19, kedua pihak telah saling membantu dan bersatu melalui suka dan duka. Sikap saling percaya antara Singapura dan China meningkat, lanjutnya, sedangkan kerja sama praktis juga berjalan lancar.

Dengan mencatat bahwa kepentingan kedua pihak sangat terintegrasi, Balakrishnan mengatakan Singapura sangat mengharapkan kerja sama dengan China di berbagai bidang. Singapura akan terus menjunjung tinggi multilateralisme serta menjaga perdamaian dan kesejahteraan bersama dengan China, imbuhnya.

Kedua pihak mengindikasikan akan mempersiapkan pertukaran tingkat tinggi tahap selanjutnya, setuju untuk mempercepat pembukaan kembali penerbangan langsung secara penuh, serta menekankan kepatuhan pada arsitektur kerja sama regional yang terbuka dan inklusif dengan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Association of Southeast Asian Nations/ASEAN) sebagai pusatnya.

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan