
Nepal akan cabut larangan impor kendaraan dan produk minuman keras

Bendungan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Hulu Marsyangdi A terlihat dalam foto yang diabadikan di Lamjung, Nepal, pada 8 November 2022. (Xinhua/Hari Maharjan)
Larangan impor barang-barang mewah, termasuk tembakau, berlian, serta sejumlah kendaraan, produk minuman keras, dan smartphone mewah, diberlakukan oleh pemerintah Nepal pada April tahun ini di tengah menipisnya cadangan devisa akibat lonjakan barang-barang dari luar negeri.
Kathmandu, Nepal (Xinhua) – Kabinet Nepal pada Selasa (6/12) memutuskan untuk mengakhiri larangan yang telah berlaku selama delapan bulan atas impor sejumlah kendaraan, produk minuman keras, dan perangkat seluler mewah mulai 16 Desember mendatang, kata seorang menteri kabinet.Kepada Xinhua, Menteri Pemuda dan Olahraga Nepal Maheshwor Jung Gahatraj mengatakan bahwa keputusan untuk mencabut larangan itu diambil oleh kabinet.Larangan itu kali pertama diberlakukan pada April tahun ini di tengah menipisnya cadangan devisa akibat lonjakan impor, dengan menyasar barang-barang mewah termasuk tembakau, berlian, serta sejumlah kendaraan, produk minuman keras, dan smartphone mewah.
Seorang petani bekerja di sawah di Lalitpur, Nepal, pada 24 Juni 2022. (Xinhua/Sulav Shrestha)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Harga minyak mentah Indonesia sentuh 113,50 dolar AS per barel
Indonesia
•
07 Apr 2022

Ekspor mobil China tembus rekor tertinggi pada 2023
Indonesia
•
12 Jan 2024

Harga minyak naik di Asia, pasar pantau pertemuan Opec+
Indonesia
•
02 Feb 2022

ASEAN nyatakan kekhawatiran mendalam terkait tarif unilateral AS
Indonesia
•
11 Apr 2025


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
