
Ilmuwan ungkap penyebab utama penyusutan volume air Aral Sea

Foto dari udara yang diabadikan pada 4 Oktober 2022 ini menunjukkan padang rumput di Wilayah Otonom Etnis Kazak Barkol, Daerah Otonom Uighur Xinjiang, China barat laut. (Xinhua/Zhong Weiliang)
Aral Sea, yang berlokasi di antara Kazakhstan dan Uzbekistan, dahulu merupakan perairan pedalaman terbesar keempat di dunia, yang mengalami penyusutan signifikan sejak 1960, dengan luas permukaan menyusut dari 67.000 kilometer persegi pada 1960 menjadi hanya 6.000 kilometer persegi pada 2020.
Urumqi (Xinhua) – Setelah lima tahun melakukan penelitian ilmiah gabungan, sejumlah ilmuwan China dan Uzbekistan mengungkap faktor-faktor penting di balik penyusutan volume air danau Aral Sea selama 20 tahun terakhir, termasuk pemanasan iklim dan ketiadaan teknologi penghematan air di lahan pertanian.Aral Sea, yang berlokasi di antara Kazakhstan dan Uzbekistan, dahulu merupakan perairan pedalaman terbesar keempat di dunia. Danau tersebut mengalami penyusutan signifikan sejak 1960, dengan luas permukaan menyusut dari 67.000 kilometer persegi pada 1960 menjadi hanya 6.000 kilometer persegi pada 2020.Sebagian besar temuan menganggap perluasan lahan pertanian sebagai penyebab utama di balik penyusutan air danau Aral Sea. "Namun, sejak tahun 2000, lahan pertanian di cekungan Aral Sea berhenti meluas," kata Chen Xi, Direktur Pusat Penelitian Ekologi dan Lingkungan Asia Tengah di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS).Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kenaikan suhu, ketiadaan teknologi penghematan air di lahan pertanian, perluasan lahan basah di bagian tengah dan bagian hilir, serta penyimpanan air dalam jumlah besar di bagian hulu pembangkit listrik tenaga air, seluruhnya telah mempercepat penyusutan volume air Aral Sea dalam dua dekade terakhir, tutur Chen.Tepian yang mengering menghasilkan debu garam, memunculkan ancaman serius bagi lingkungan ekologi dan kesehatan masyarakat setempat.Para ilmuwan dari China dan Uzbekistan telah mengajukan skema untuk restorasi ekologis area danau yang mengering. Mereka membagi Aral Sea menjadi beberapa seksi, yang akan ditangani dengan langkah-langkah yang disesuaikan.Chen mengatakan bahwa teknologi penghematan air merupakan salah satu cara penting untuk mengatasi tantangan ekologis di negara-negara Asia Tengah. "Enam puluh persen sumber air di Uzbekistan digunakan untuk budi daya kapas. Teknologi penghematan air yang efisien dapat menghemat 8 hingga 10 miliar meter kubik air untuk Uzbekistan setiap tahunnya, yang dapat digunakan untuk pengembangan industri dan restorasi Aral Sea."Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Taiwan mulai uji coba obat kanker pada manusia tahun depan
Indonesia
•
22 Nov 2021

Kaya umbi-umbian, masyarakat Indonesia bisa nikmati mi non-terigu yang sehat
Indonesia
•
24 May 2026

Madu kaya antioksidan, baik untuk pencernaan, jantung dan kecantikan
Indonesia
•
18 Mar 2022

Tim ilmuwan China ungkap evolusi organ makan pada gajah purba
Indonesia
•
02 Dec 2023


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
