
Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah

Para wisatawan mengunjungi kompleks Piramida Bertingkat (Step Pyramid) di nekropolis Saqqara di sebelah selatan Kairo, Mesir, pada 12 November 2024. Piramida Bertingkat, yang masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO, dirancang dan dibangun oleh arsitek Imhotep pada abad ke-27 SM di era Dinasti Ketiga untuk menyimpan mumi Firaun Djoser. (Xinhua/Sui Xiankai)
Kairo, Mesir (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah misi arkeologi Mesir menemukan sebuah makam berbentuk piramida unik yang berasal dari periode Romawi (30 SM-395 M) di Provinsi New Valley, Mesir barat daya, demikian disampaikan Kementerian Pariwisata dan Kepurbakalaan Mesir pada Kamis (24/9).
Dalam sebuah pernyataan, kementerian tersebut mengatakan bahwa makam yang ditemukan di situs arkeologi Bir al-Shaghala di Oasis Dakhla itu dibangun dari batu bata lumpur dan digunakan untuk memakamkan seorang pria beserta istrinya.
Makam tersebut menampilkan arsitektur yang khas dan prasasti pemakaman langka yang memberikan pencerahan mengenai praktik penguburan serta kehidupan keagamaan dan budaya di oasis tersebut pada periode Romawi itu, demikian menurut pernyataan tersebut.
Di antara temuan itu terdapat sebuah prasasti pemakaman batu yang bertuliskan ratapan berbahasa Yunani sepanjang 19 baris, sebuah meja persembahan, sebuah baskom pemurnian batu pasir, wadah-wadah tembikar, dan koin perunggu yang menggambarkan Kaisar Romawi Konstantinus.
Makam tersebut dapat diakses melalui tangga yang terdiri dari 14 anak tangga menuju pintu masuk batu pasir yang dihiasi dengan prasasti hieroglif terukir dan mantra pemakaman.
Bagian ambang pintu atasnya menampilkan adegan langka yang menggambarkan jam ketujuh dari ‘Amduat’, sebuah teks pemakaman utama Mesir kuno yang berfungsi sebagai peta dunia bawah selama 12 jam yang menceritakan perjalanan malam dewa matahari Ra.
Pintu masuk tersebut mengarah ke aula berkubah yang terbuat dari batu bata lumpur dan dua ruang pemakaman di bawah struktur atas yang berbentuk piramida.
Prasasti pemakaman tersebut memperingati seorang pria yang kemungkinan pernah menjabat sebagai seorang hakim, demikian menurut pernyataan itu.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China luncurkan survei ilmiah di daerah aliran Sungai Kuning
Indonesia
•
30 Jul 2023

Sekjen PBB dukung pembentukan badan pengawas ‘Artificial Intelligence’
Indonesia
•
14 Jun 2023

China akan rekrut 12 sampai 14 astronaut cadangan baru
Indonesia
•
28 Nov 2022

China ungkap cetak biru untuk pengembangan eksplorasi luar angkasa
Indonesia
•
01 May 2023


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026

Moksibusi dan herbal jadi fokus riset China-Indonesia untuk hati berlemak dan osteoartritis
Indonesia
•
23 Sep 2026
