
Apple perkenalkan Apple Watch Ultra yang dirancang untuk kondisi ekstrem

Sederet produk baru Apple diperkenalkan dalam sebuah acara peluncuran produk di San Francisco Bay Area, California, Amerika Serikat, pada 7 September 2022. (Xinhua)
Apple Watch Ultra memiliki daya tahan baterai terbaik di antara semua produk Apple Watch, mencapai hingga 36 jam pada penggunaan normal.
San Francisco, AS (Xinhua) – Apple memperkenalkan produk jam tangan Apple Watch Ultra dengan desain dan fitur baru untuk lingkungan ekstrem pada Rabu (8/9).Dengan tampilan yang lebih besar dan lebih cerah serta desain yang kokoh, Apple Watch Ultra merupakan perangkat teknis yang cocok untuk para petualang dan penjelajah di berbagai kondisi lingkungan, menurut Apple.Jam tangan dengan layar berukuran 49 mm tersebut memperkenalkan pelindung (case) titanium setebal 49 milimeter dan kristal depan safir datar yang menjadi tampilan Apple Watch paling besar dan paling terang yang pernah ada, papar perusahaan itu.Jam tangan dengan teknologi modern seharga 799 dolar AS (sekira 11,8 juta rupiah) itu memiliki daya tahan baterai terbaik di antara semua produk Apple Watch, mencapai hingga 36 jam pada penggunaan normal. Pengaturan daya rendah yang baru dapat memperpanjang masa pakai baterai hingga mencapai 60 jam, imbuh Apple.Produk ini dirancang untuk olahraga air, termasuk sejumlah aktivitas ekstrem seperti kitesurfing dan wakeboarding, serta rekreasi scuba diving hingga kedalaman 40 meter.Didukung oleh sistem operasi watchOS 9, produk jam tangan itu memiliki metrik lari canggih baru untuk mengukur kinerja."Terinspirasi oleh para penjelajah dan atlet dari seluruh dunia, kami menciptakan kategori Apple Watch yang benar-benar baru dan dirancang untuk lingkungan baru dan ekstrem. Ini adalah Apple Watch yang paling tangguh dan mumpuni," ujar Jeff Williams, chief operating officer (COO) Apple. "Apple Watch Ultra merupakan perangkat serbaguna yang memungkinkan para pengguna untuk mendorong batasan mereka dalam hal petualangan, daya tahan, dan eksplorasi."Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Tim peneliti China kembangkan fotovoltaik film tipis berefisiensi tinggi untuk energi luar angkasa
Indonesia
•
27 Mar 2026

Maqam Ibrahim didokumentasikan dengan teknologi fotografi modern
Indonesia
•
09 May 2021

Ilmuwan China sukses lakukan ‘satellite laser ranging’ siang hari di ruang angkasa Bumi-Bulan
Indonesia
•
01 May 2025

China targetkan pengembangan pusat data yang lebih ramah lingkungan
Indonesia
•
27 Jul 2024


Berita Terbaru

Makam berusia lebih dari 4.000 tahun ditemukan di Saqqara, Mesir
Indonesia
•
09 Sep 2026

Huawei habiskan 319 triliun rupiah untuk riset, Mate XT 2 dan cip baru jadi hasilnya
Indonesia
•
07 Sep 2026

Jika es Antarktika menyusut, seberapa tinggi laut akan naik? Ilmuwan siapkan survei besar
Indonesia
•
08 Sep 2026

‘Power bank’ jadi tenaga eksoskeleton, teknologi ini bantu gerak hingga 35 persen
Indonesia
•
07 Sep 2026
