Anak macan tutul salju dilepasliarkan di Tibet, China

Seekor macan tutul salju, spesies dengan tingkat perlindungan tertinggi di China, dilepasliarkan di wilayah Lhunzhub di Lhasa, Daerah Otonom Tibet, China barat daya, pada 4 Desember 2022, beberapa bulan setelah diselamatkan di daerah pedesaan Lhasa. (Xinhua/Chogo)
Seekor macan tutul salju, spesies yang termasuk dalam daftar perlindungan tertinggi di China, dilepasliarkan pada Ahad (4/12), beberapa bulan setelah diselamatkan di daerah pedesaan Lhasa, ibu kota Daerah Otonom Tibet, China barat daya.
Lhasa (Xinhua) – Seekor macan tutul salju, spesies yang termasuk dalam daftar perlindungan tertinggi di China, dilepasliarkan pada Ahad (4/12), beberapa bulan setelah diselamatkan di daerah pedesaan Lhasa, ibu kota Daerah Otonom Tibet, China barat daya.Pada Juli, dua ekor anak macan tutul salju yang lemah ditemukan dalam posisi meringkuk saat seorang warga desa setempat di wilayah Lhunzhub sedang dalam perjalanan untuk menggali jamur ulat, kata Luo Qin, yang bekerja di administrasi kehutanan dan padang rumput di wilayah tersebut.Namun, salah satu macan tutul salju muda itu mati meski dilakukan upaya penyelamatan.Tenzin Dargye, seorang jagawana satwa liar yang bertanggung jawab merawat macan tutul salju, mengatakan anak macan tutul salju berjenis kelamin jantan itu, yang kini berusia hampir enam bulan, cukup sehat untuk dilepasliarkan, dan mereka akan terus memantau kondisinya guna memastikan anak macan tutul salju tersebut terbiasa dengan alam.Tahun ini, wilayah Lhunzhub menyelamatkan banyak hewan liar yang termasuk dalam daftar perlindungan tertinggi di China, termasuk seekor macan tutul salju, enam ekor bangau leher hitam, dan lebih dari 10 ekor rusa bermoncong putih.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Tim ilmuwan China kembangkan robot mini untuk pemantauan fisiologis tubuh
Indonesia
•
23 Sep 2025

China punya jumlah paten 5G terbanyak di dunia
Indonesia
•
08 Jun 2022

Ilmuwan China lakukan eksperimen deteksi lapisan es di Antartika
Indonesia
•
14 Mar 2025

Peneliti Singapura kembangkan model berbasis AI untuk prediksi kambuhnya kanker hati
Indonesia
•
22 Jul 2025
Berita Terbaru

Studi sebut perubahan iklim picu lonjakan infeksi serius di wilayah terdampak banjir
Indonesia
•
09 Feb 2026

Rusia luncurkan amunisi peledak jarak jauh 30 mm untuk cegat ‘drone’
Indonesia
•
07 Feb 2026

Satelit BeiDou sediakan layanan komunikasi darurat tanpa cakupan seluler
Indonesia
•
07 Feb 2026

24.000 kematian di AS terkait dengan polusi asap karhutla
Indonesia
•
07 Feb 2026
