
Studi terbaru ungkap anak-anak prasekolah di AS terpapar bahan kimia yang berpotensi bahaya

Ilustrasi. (Erika Giraud on Unsplash)
Anak-anak terpapar bahan kimia berbahaya melalui aktivitas sehari-hari, seperti makan, minum, bermain, dan menghirup udara di dalam maupun luar ruangan.
Los Angeles, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Anak berusia dua hingga empat tahun di Amerika Serikat (AS) terpapar secara luas oleh berbagai bahan kimia yang berpotensi membahayakan, banyak di antaranya saat ini tidak terlacak oleh survei-survei kesehatan nasional, ungkap sebuah studi baru yang dipublikasikan pada Selasa (1/7).Studi itu, yang dipublikasikan di dalam jurnal Environmental Science & Technology, dilakukan oleh beberapa institusi di seluruh AS dan didukung oleh Institut Kesehatan Nasional (National Institutes of Health/NIH) AS.Tim peneliti menganalisis sampel urine dari 201 anak berusia dua hingga empat tahun di California, Georgia, New York, dan Washington. Mereka menguji kandungan 111 bahan kimia pada sampel-sampel tersebut. Dari hasil pengujian, terdeteksi 96 bahan kimia pada sedikitnya lima anak, 48 bahan kimia pada lebih dari separuh jumlah anak, dan 34 bahan kimia pada lebih dari 90 persen jumlah anak.Banyak dari bahan kimia yang teridentifikasi itu tidak dipantau secara rutin dan dapat menimbulkan risiko kesehatan, demikian studi tersebut memperingatkan.Zat-zat yang terdeteksi mencakup ftalat dan alternatifnya, paraben, bifenol, benzofenon, pestisida, ester organofosfat, hidrokarbon aromatik polisiklik (polycyclic aromatic hydrocarbon/PAH), dan bakterisida. Bahan-bahan kimia itu biasanya ditemukan dalam produk-produk rumah tangga, keperluan perawatan pribadi, kemasan makanan, furnitur, dan polusi udara.Anak-anak terpapar bahan kimia tersebut melalui aktivitas sehari-hari, seperti makan, minum, bermain, dan menghirup udara di dalam maupun luar ruangan."Studi kami menunjukkan bahwa paparan bahan kimia yang berpotensi membahayakan pada periode kanak-kanak terjadi secara luas. Hal ini cukup mengkhawatirkan karena kita tahu bahwa masa awal kanak-kanak adalah masa yang sangat penting bagi perkembangan otak dan tubuh," ujar Deborah H. Bennett, peneliti utama studi ini yang juga profesor di Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat di Universitas California, Davis (UC Davis)."Banyak dari bahan kimia tersebut diketahui atau diduga mengganggu hormon, perkembangan otak, dan fungsi kekebalan tubuh," imbuhnya.Para peneliti dalam studi ini menekankan perlunya kajian lebih lanjut untuk lebih memahami dampak kesehatan jangka panjang terkait paparan bahan-bahan kimia tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Feature – Dari kota besar hingga pegunungan Alpen, gelombang panas pecahkan rekor baru di seluruh penjuru Italia
Indonesia
•
14 Aug 2024

Tim ahli paleontologi sebut fosil tulang berusia 90 juta tahun di China adalah spesies dinosaurus baru
Indonesia
•
31 Jan 2024

Aramco pakai teknologi canggih operasikan sumur minyak
Indonesia
•
20 Oct 2019

Material filter baru dikembangkan China untuk pengolahan air limbah bersalinitas tinggi
Indonesia
•
10 Jan 2025


Berita Terbaru

Ilmuwan peringatkan karhutla bisa rusak permanen permafrost Bumi
Indonesia
•
13 Jun 2026

Makhluk laut ini menyerap karbon seperti hutan Amazon, rahasianya baru terungkap
Indonesia
•
12 Jun 2026

Mengapa es Antarktika mencair lebih cepat? Ilmuwan akhirnya punya jawabannya
Indonesia
•
11 Jun 2026

Feature – Teknologi canggih dukung upaya konservasi panda di China
Indonesia
•
11 Jun 2026
