
137 aktivis konvoi kapal bantuan Gaza tiba di Istanbul setelah ditahan Israel

Sebuah kapal dari Global Sumud Flotilla (GSF) yang berlayar menuju Gaza ditarik menuju Pelabuhan Ashdod di Israel selatan pada 2 Oktober 2025. (Xinhua/Jamal Awad)
Aktivis konvoi kapal Gaza tiba di Istanbul setelah ditahan Israel dan disambut pejabat setempat.
Istanbul, Turkiye (Xinhua/Indonesia Window) – Aktivis konvoi kapal Gaza tiba di Istanbul pada Sabtu (4/10) setelah sempat ditahan oleh Israel. Sebanyak 137 aktivis, termasuk 36 warga Turkiye, yang ikut serta dalam konvoi kapal Global Sumud Flotilla, sebuah misi bantuan kemanusiaan untuk Gaza, diterbangkan dari Israel ke Turkiye.Pesawat Turkish Airlines yang membawa para aktivis itu berangkat dari Bandar Udara (Bandara) Ramon di Kota Eilat, Israel selatan, dan mendarat di Bandara Istanbul pukul 15.50 waktu setempat (07.50 WIB). Mereka disambut oleh para pejabat dan kerumunan besar warga setibanya di bandara.Menurut lembaga penyiaran milik negara, TRT, para aktivis akan menjalani pemeriksaan kesehatan dan juga akan dibawa ke Departemen Kepolisian Istanbul untuk memberikan pernyataan sebagai bagian dari penyelidikan yang diluncurkan oleh Kantor Kepala Kejaksaan Umum Istanbul terkait penahanan warga negara Turkiye di perairan internasional menyusul intersepsi Israel terhadap konvoi tersebut.Sumber-sumber dari Kementerian Luar Negeri Turkiye mengonfirmasi bahwa di antara para aktivis yang kembali, terdapat warga negara Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Aljazair, Maroko, Italia, Kuwait, Libya, Malaysia, Mauritania, Swiss, Tunisia, dan Yordania.Konvoi tersebut, yang terdiri dari 42 kapal dan lebih dari 400 sukarelawan dari 40 lebih negara, berangkat pada Agustus untuk menantang blokade laut Israel terhadap Gaza dan mengirimkan bantuan kemanusiaan esensial, termasuk pasokan makanan dan medis.Namun, militer Israel mencegat semua kapal itu di perairan internasional.Israel memberlakukan blokade laut di Gaza pada 2007 setelah Hamas menguasai daerah kantong pesisir tersebut. Pembatasan itu semakin diperketat usai serangan lintas perbatasan yang dilakukan oleh Hamas ke Israel selatan pada Oktober 2023.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Cristiano Ronaldo jadi atlet dengan bayaran tertinggi sedunia sejak bergabung dengan Al-Nassr
Indonesia
•
05 May 2023

Warga keturunan Asia di Amerika janji akan perangi diskriminasi dan kebencian di AS
Indonesia
•
29 Feb 2024

Kasus sifilis melonjak di AS, capai tingkat yang belum pernah terjadi selama 70 tahun
Indonesia
•
02 Feb 2024

Kiprah jurnalis Muslim di era digital (3/3 tulisan)
Indonesia
•
11 Jan 2021


Berita Terbaru

Surat dari Timur Tengah: Tanah Air dirampas, Tatreez menjaga ingatan Palestina tetap hidup
Indonesia
•
08 Sep 2026

2.500 lebih personel penyelamat dikerahkan ke pelabuhan Gyirong yang dilanda tanah longsor di Xizang China
Indonesia
•
07 Sep 2026

China perkuat respons bencana Nepal dengan data satelit dan bantuan kemanusiaan
Indonesia
•
06 Sep 2026

Dari pertukaran berita hingga jurnalis, Forum Shenzhen dorong kolaborasi media
Indonesia
•
06 Sep 2026
