PBB sebut tambahan 360 miliar dolar AS per tahun diperlukan untuk capai kesetaraan gender pada 2030

Para pengunjuk rasa berorasi dalam acara Women's March 2020 di San Francisco, Amerika Serikat, pada 18 Januari 2020. (Xinhua/Li Jianguo)
Agenda kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di seluruh tujuan utama global pada 2030 membutuhkan dana investasi tambahan sebesar 360 miliar dolar AS per tahun.
PBB (Xinhua) – Tambahan investasi sebesar 360 miliar dolar AS per tahun diperlukan untuk mencapai agenda kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di seluruh tujuan utama global pada 2030, demikian menurut laporan baru Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dirilis pada Kamis (7/9).Publikasi bertajuk ‘Kemajuan dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan: Potret Gender 2023’ (Progress on the Sustainable Development Goals: The gender snapshot 2023) itu diproduksi bersama oleh entitas PBB untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan (UN Women) serta Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB.Laporan tahunan terbaru itu memberikan analisis komprehensif mengenai kondisi kesetaraan gender saat ini di seluruh 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG) dan menyoroti tren, kesenjangan, dan kemunduran yang terjadi dalam perjalanan menuju pencapaian kesetaraan gender pada 2030.Laporan tersebut memberikan gambaran yang mengkhawatirkan pada separuh jalan Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030, yang menunjukkan bahwa dunia masih gagal mencapai kesetaraan gender terlepas dari berbagai upaya yang dilakukan secara global.Laporan tersebut memperingatkan bahwa, jika tren saat ini terus berlanjut, maka lebih dari 340 juta perempuan dan anak perempuan, atau sekitar 8 persen populasi perempuan di dunia, akan hidup dalam kemiskinan ekstrem pada 2030, dan hampir satu dari empat perempuan akan mengalami kerawanan pangan tingkat sedang atau parah.Kesenjangan gender dalam posisi kekuasaan dan kepemimpinan masih mengakar, lanjut laporan itu, mencatat bahwa dengan tingkat kemajuan saat ini, generasi perempuan berikutnya akan menghabiskan rata-rata 2,3 jam lebih banyak per hari untuk melakukan tugas perawatan tidak berbayar dan pekerjaan rumah tangga dibandingkan kaum pria.Hal ini menggarisbawahi kebutuhan mendesak akan upaya nyata untuk mempercepat kemajuan menuju kesetaraan gender pada 2030.Laporan tersebut menyerukan pendekatan terpadu dan holistik, kolaborasi yang lebih besar di antara para pemangku kepentingan, pendanaan dan langkah kebijakan berkelanjutan untuk mengatasi kesenjangan gender serta memberdayakan perempuan dan anak perempuan di seluruh dunia, menyimpulkan bahwa kegagalan untuk memprioritaskan kesetaraan gender saat ini berpotensi membahayakan seluruh Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030.*1 dolar AS = 15.307 rupiahLaporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Singapura akan tinjau keamanan proyek saluran pembuangan pascainsiden lubang runtuhan
Indonesia
•
29 Jul 2025

Botak, Dude Herlino berhaji
Indonesia
•
17 Aug 2019

Sindrom kardiovaskular-ginjal-metabolik ‘hantui’ Amerika Serikat
Indonesia
•
22 Oct 2025

Feature – Perjuangan lansia Gaza lawan kelaparan, bahaya, dan pengungsian di tengah konflik berkepanjangan
Indonesia
•
23 May 2025
Berita Terbaru

Pumpunan – Hari ke-2 Olimpiade Musim Dingin 2026: Kecelakaan Lindsey Vonn, Sander Eitrem pecahkan rekor seluncur cepat Olimpiade
Indonesia
•
09 Feb 2026

Feature – Atlet seluncur cepat China beri penghormatan kepada kakek saat debut di Olimpiade Musim Dingin
Indonesia
•
09 Feb 2026

Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina dibuka dengan upacara di sejumlah ‘venue’, soroti harmoni
Indonesia
•
08 Feb 2026

Upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina tampilkan budaya Italia
Indonesia
•
08 Feb 2026
