94 guru dikirim ke pusat kegiatan belajar Indonesia di Sabah-Sarawak

94 guru dikirim ke pusat kegiatan belajar Indonesia di Sabah-Sarawak
Ilustrasi murid di dalam kelas. (Photo by Avel Chuklanov on Unsplash)

Jakarta (Indonesia Window) – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengirim 94 guru untuk mengajar anak-anak Indonesia di sejumlah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) atau Community Learning Center (CLC) yang berlokasi di wilayah Sabah dan Sarawak, Malaysia.

Laporan dari Jaringan Pemberitaan Pemerintah (JPP) yang dikutip di Jakarta, Selasa menyebut pengiriman 94 guru ke Sabah dan Sarawak tersebut merupakan tahap ke-10.

Hingga saat ini ada 160 PKBM di dua wilayah tersebut yang terdiri atas 115 Sekolah Dasar (SD) dan 45 Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikbud, Supriano, mengungkapkan bahwa belum semua anak usia sekolah di Sabah dan Sarawak bisa bersekolah karena harus membantu orang tua mereka di perkebunan.

“Jumlah anak usia sekolah yang ada di perkebunan Malaysia ada sekitar 50.000, sedangkan yang bisa kita dorong ke sekolah sekitar 18.000 anak,” jelasnya.

Supriano menambahkan sejumlah lulusan PKBM di Malaysia melanjutkan ke pendidikan perguruan tinggi, seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Artinya, jika mendapat pendidikan yang layak, anak-anak kita ini punya kemampuan,” ujar Supriano.

Gaji yang diterima para guru yang bertugas di PKBM di Malaysia disesuaikan dengan tingkat upah di negara tersebut, yaitu sebesar Rp19,5 juta per bulan.

“Itu sudah termasuk biaya tempat tinggal dan makan. Setelah dua tahun, guru akan kita evaluasi. Jika hasilnya baik maka akan diperpanjang,” tuturnya.

Dengan tambahan 94 guru, jumlah guru di PKBM di Malaysia saat ini menjadi 315 orang.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here