690 juta orang di dunia kelaparan, 3 miliar tak mampu beli makanan sehat

Sebanyak 690 juta orang di dunia mengalami kelaparan, sementara 3 milyar orang tak mampu membeli makanan sehat. (Thought Catalog on Unsplash)

Jakarta (Indonesia Window) – Sebanyak 690 juta orang di dunia mengalami kelaparan, sementara 3 milyar orang tak mampu membeli makanan sehat.

Data tersebut diungapkan oleh Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi pada sesi bersama para Menlu dengan Menteri Pembangunan G20 dengan topik food security (ketahanan pangan) dalam pertemuan tingkat menteri G20 di Matera, sekitar 424 kilometer arah selatan ibu kota Italia, Roma, pada Selasa (29/6).

Dalam acara tersebut Menlu RI hadir bersama Menteri Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas).

“Diskusi mengenai ketahanan pangan sangat tepat waktu, mengingat topik ini menjadi momentum bagi KTT Sistem Pangan (Food System) PBB yang akan datang pada bulan September 2021 di New York,” kata Menlu Retno dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Dia menambahkan, kemajuan target tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) nomor 2 mengenai pengentasan kelaparan sudah mengalami keterlambatan, bahkan sejak sebelum pandemik COVID-19.

“Jika hal ini tidak segera diatasi maka akan menciptakan masalah kesehatan dan harapan hidup. Pandemi ini telah menciptakan situasi lebih sulit bagi upaya menciptakan ketahanan pangan,” ujar Retno.

Selanjutnya, dia menyampaikan sejumlah pernyataan yang disampaikan oleh Menteri Bappenas.

Pertama, kelompok miskin dan rentan tetap harus menjadi fokus G20.

“Menteri Bappenas mengenai pengalaman Indonesia, yang meskipun di tengah pandemik dapat mengurangi food insecurity dari 8,6 persen di tahun 2017 menjadi 5.15 persen di tahun 2020,” terang menlu.

Dia mengatakan, hal tersebut dapat dicapai melalui bantuan sosial yang diberikan kepada kelompok rentan.

“Hal kedua yang disampaikan Menteri Bappenas adalah perlunya peningkatan upaya yang sangat eksponensial dan signifikan agar kita dapat menangani penyebab utama (root causes) kerentanan pangan, yaitu masalah kemiskinan, kemampuan memproduksi, infrastruktur dan logistik,” jelas menlu.

Pendekatan komprehensif melalui kerja sama internasional yang lebih kuat diperlukan dalam menangani masalah tersebut.

“Hal ketiga yang disampaikan Menteri Bappenas adalah pentingnya menjadikan G20 sebagai katalis kemajuan,” lanjut menlu.

Oleh karena itu, hasil dari pertemuan ini, yaitu Deklarasi Matera, harus diimplementasikan secara efektif melalui kemitraan, aksi, dan investasi yang nyata

“Dengan upaya ini kelaparan yang dialami jutaan manusia di dunia dapat diatasi,” kata Menlu Retno.

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan