30.000 lebih pekerja layanan kesehatan gelar aksi mogok kerja di California, AS

Ilustrasi. (Martha Dominguez de Gouveia on Unsplash)

Aksi mogok kerja puluhan ribu pekerja layanan kesehatan Kaiser Permanente terjadi setelah berbulan-bulan negosiasi kontrak macet karena perbedaan pandangan dan diperumit oleh saling tuding-menuding.

 

Los Angeles, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Puluhan ribu pekerja layanan kesehatan Kaiser Permanente pada Senin (26/1) pagi waktu setempat melakukan aksi mogok kerja di Negara Bagian California, Amerika Serikat (AS), memulai aksi mogok kerja tanpa batas waktu yang menandai gangguan tenaga kerja terbaru di sistem layanan kesehatan terintegrasi nirlaba terbesar di negara itu.

Sekitar 31.000 karyawan, yang diwakili oleh United Nurses Associations of California (UNAC)/Union of Health Care Professionals (UHCP), bergabung dalam aksi mogok kerja serikat pekerja. Kelompok ini meliputi perawat terdaftar, perawat anestesi, apoteker, bidan, asisten dokter, terapis, ahli gizi, dan tenaga perawatan kesehatan profesional khusus lainnya.

Aksi mogok kerja dimulai sejak pagi hari di puluhan fasilitas Kaiser di seluruh California, seperti Pusat Medis utama di wilayah utara di Roseville, Santa Clara, dan Oakland, tempat kantor pusat Kaiser Permanente berada.

Aksi tambahan juga direncanakan di seluruh Northern dan Southern California serta di satu rumah sakit di Hawaii.

"Aksi ini tak terhindarkan," kata Sarah H, seorang perawat di Pantai Barat AS kepada Xinhua. "Kami selalu kekurangan staf, dan beban kerja tambahan serta jam kerja yang lebih panjang menyebabkan kelelahan."

Pemogokan ini terjadi setelah berbulan-bulan negosiasi kontrak yang macet karena perbedaan pandangan dan diperumit oleh saling tuding-menuding. Sebelumnya, pada Oktober 2025, lebih dari 40.000 pekerja Kaiser di beberapa negara bagian barat AS melakukan pemogokan selama lima hari. Kontrak serikat pekerja berakhir pada 30 September, dan pembicaraan telah berlangsung selama lebih dari tujuh bulan.

Para pemimpin UNAC/UHCP mengatakan bahwa keputusan terbaru untuk melakukan aksi mogok kerja didorong oleh kekhawatiran yang belum terselesaikan mengenai upah, kekurangan staf kronis, keselamatan kerja, dan kelelahan.

Serikat pekerja itu menuntut kenaikan upah sebesar total 25 persen selama empat tahun, sementara Kaiser Permanente menanggapi dengan menawarkan kenaikan 21,5 persen, yang disebut sebagai tawaran nasional terbaik yang pernah diajukan perusahaan hingga saat ini.

Kaiser menyatakan pihaknya menyiapkan rencana darurat untuk mempertahankan layanan pasien selama aksi mogok kerja, termasuk menggunakan dokter, manajer, staf yang dialihkan tugasnya, dan tenaga medis sementara. Rumah sakit dan hampir semua kantor medis diperkirakan tetap buka, sementara unit gawat darurat akan terus beroperasi.

Serikat pekerja memperkirakan bahwa sekitar satu dari empat warga California menerima layanan kesehatan dari Kaiser Permanente.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait