
AI perkuat prakiraan cuaca ekstrem di Kanada jadi lebih akurat

Seorang peserta yang mengenakan kostum prajurit bergaya Lego raksasa ikut serta dalam acara Family Day di gelaran CelticFest di Vancouver, British Columbia, Kanada, pada 15 Maret 2026. (Xinhua/Liang Sen)
Model AI mempelajari cara kerja atmosfer dengan menganalisis data historis selama beberapa dasawarsa dari semua benua hanya dalam hitungan menit, dan model hibrida memprediksi kejadian-kejadian ekstrem, seperti angin kencang atau gelombang panas, dengan lebih akurat.
Ottawa, Kanada (Xinhua/Indonesia Window) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim Kanada (Environment and Climate Change Canada/ECCC) pada Kamis (9/4) mengatakan pihaknya akan menggabungkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dengan metode prakiraan konvensional untuk meningkatkan akurasi prakiraan cuaca mereka.
Melalui penggunaan strategis AI ini, Kanada meningkatkan keamanan publik, memperkuat kesiapsiagaan darurat, serta memberikan lebih banyak waktu kepada warga Kanada untuk mengantisipasi cuaca berdampak tinggi, kata kementerian itu dalam siaran persnya.
ECCC mengatakan model AI mempelajari cara kerja atmosfer dengan menganalisis data historis selama beberapa dasawarsa dari semua benua hanya dalam hitungan menit, dan model hibrida itu memprediksi kejadian-kejadian ekstrem, seperti angin kencang atau gelombang panas, dengan lebih akurat.
Dengan model hibrida baru ini, prakiraan cuaca enam hari akan sama akuratnya dengan prakiraan lima hari saat ini, disertai peningkatan akurasi pada skala besar, yang akan memungkinkan prediksi sistem cuaca besar dilakukan delapan hingga lebih dari 24 jam lebih awal.
Dalam setahun terakhir, para ilmuwan dan pakar meteorologi ECCC telah melakukan pengujian ekstensif terhadap model hibrida tersebut, dengan menjalankannya secara paralel bersama model konvensional guna mengevaluasi kinerjanya dalam memprediksi kondisi cuaca di Kanada, menurut siaran pers tersebut.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

NASA umumkan empat awak untuk misi bersejarah Artemis II ke Bulan
Indonesia
•
06 Apr 2023

Teleskop survei langit milik China temukan dua asteroid dekat Bumi
Indonesia
•
30 Nov 2023

Raksasa baja China kembangkan pelat baja resistan suhu rendah dan berdaya tahan tinggi
Indonesia
•
29 Nov 2024

Tim arkeolog temukan kelompok makam kuno di China tengah dari era 202 SM
Indonesia
•
31 Jan 2023


Berita Terbaru

China bantah AI-nya “meniru” AS: Kami membangunnya dengan kekuatan sendiri
Indonesia
•
10 Sep 2026

XPeng mulai produksi massal robot humanoid, IRON siap dijual ke dunia pada 2027
Indonesia
•
09 Sep 2026

Makam berusia lebih dari 4.000 tahun ditemukan di Saqqara, Mesir
Indonesia
•
09 Sep 2026

Huawei habiskan 319 triliun rupiah untuk riset, Mate XT 2 dan cip baru jadi hasilnya
Indonesia
•
07 Sep 2026
