
10 staf medis tewas dalam serangan ‘drone’ di sebuah rumah sakit di Sudan tengah

Para pekerja memperbaiki sebuah masjid yang rusak akibat perang di Khartoum, Sudan, pada 5 Februari 2026. (Xinhua/Mohamed Khidir)
Rumah Sakit Al-Jabalain di Negara Bagian Nil Putih, Sudan tengah, menjadi sasaran serangan drone milik paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (Rapid Support Forces/RSF), menewaskan 10 anggota staf medis dan administrasi saat sedang melaksanakan tugas kemanusiaan.
Khartoum, Sudan (Xinhua/Indonesia Window) – Sedikitnya 10 staf medis dan administrasi tewas, sementara 22 warga sipil terluka pada Kamis (2/4) akibat serangan drone yang menargetkan Rumah Sakit Al-Jabalain di Negara Bagian Nil Putih, Sudan tengah, kata Kementerian Kesehatan Sudan.
"Sebuah drone milik paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (Rapid Support Forces/RSF) menyerang Rumah Sakit Al-Jabalain, menewaskan 10 anggota staf medis dan administrasi saat sedang melaksanakan tugas kemanusiaan dan melukai 22 warga sipil," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.
Di antara korban terdapat direktur jenderal rumah sakit itu, Dr. Hamid Suleiman, yang tewas saat sedang melakukan operasi.
Kementerian Kesehatan Sudan mengecam apa yang mereka sebut sebagai "penargetan berkelanjutan terhadap warga sipil," menekankan bahwa serangan semacam ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap norma dan hukum internasional.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Sudan menyatakan bahwa serangan tersebut menargetkan satu-satunya fasilitas kesehatan yang melayani penduduk di area tersebut, yang merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum dan norma kemanusiaan dan internasional.
Konflik yang sedang berlangsung antara Angkatan Bersenjata Sudan dan RSF, yang dimulai pada pertengahan April 2023, telah menyebabkan puluhan ribu korban jiwa dan jutaan pengungsi baik di dalam maupun di luar Sudan, demikian menurut perkiraan internasional.
WHO mengonfirmasi bahwa 2.036 orang tewas dalam 213 serangan terhadap fasilitas kesehatan selama konflik yang berlangsung hampir tiga tahun.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Laporan investigasi akhir Iran sebut kecelakaan fatal helikopter Raisi disebabkan oleh "cuaca buruk"
Indonesia
•
02 Sep 2024

Prancis hentikan pengoperasian reactor nuklir akibat gelombang panas
Indonesia
•
13 Jul 2026

China desak Jepang hindari konsekuensi akibat pembuangan air terkontaminasi nuklir ke laut
Indonesia
•
29 Nov 2023

PM Selandia Baru sebut negaranya tidak akan bergabung dengan Dewan Perdamaian usulan Trump
Indonesia
•
30 Jan 2026


Berita Terbaru

Balas serangan AS, Iran hantam pangkalan AS di Bahrain dan Kuwait
Indonesia
•
15 Jul 2026

AS dan Iran kembali saling serang setelah blokade Hormuz diberlakukan lagi
Indonesia
•
15 Jul 2026

PBB: Aktivitas militer Israel di Rafah ganggu penyaluran bantuan kemanusiaan
Indonesia
•
15 Jul 2026

Trump ancam akan serang pembangkit listrik dan jembatan Iran pekan depan jika tidak ada kesepakatan
Indonesia
•
15 Jul 2026
