Zona teknologi tinggi China bentuk jaringan kolaboratif untuk tingkatkan inovasi industri AI

Para pengunjung mengamati sebuah robot bedah ortopedi dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam Pameran Perdagangan Jasa Internasional China (China International Fair for Trade in Services/CIFTIS) 2024 di China National Convention Center di Beijing, ibu kota China, pada 13 September 2024. (Xinhua/Ju Huanzong)
Zona teknologi tinggi merupakan operator inti dan pusat utama untuk pengembangan AI di China, dan menjadi kekuatan signifikan dalam inovasi AI.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sebelas zona teknologi tinggi utama di China telah bersama-sama membentuk sebuah jaringan kolaboratif untuk mendorong inovasi dalam industri kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) negara tersebut, demikian dilaporkan China Science Daily.Sebuah konferensi tentang pembentukan jaringan ini, yang digelar sebelumnya pada pekan ini di Beijing, mengungkap bahwa jaringan yang baru didirikan tersebut mencakup 11 zona teknologi tinggi utama di seluruh China, termasuk Zhongguancun di Beijing, yang juga dijuluki sebagai Silicon Valley-nya China, dan zona-zona yang ada di kota Shanghai, Nanjing, Suzhou, Hangzhou, Hefei, Qingdao, Wuhan, Shenzhen, Chengdu, dan Xi'an, ungkap laporan yang dipublikasikan pada Selasa (22/10) itu.Wu Jiaxi, wakil direktur departemen perencanaan Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China, menyatakan harapan bahwa jaringan inovasi kolaboratif itu akan menciptakan lahan yang subur bagi inovasi AI di China melalui pendekatan yang terbuka dan inklusif.Zona teknologi tinggi merupakan operator inti dan pusat utama untuk pengembangan AI di China, dan menjadi kekuatan signifikan dalam inovasi AI, kata Wu.Dia juga menekankan pentingnya membangun komunitas untuk inovasi dan pengembangan AI melalui keuntungan bersama, serta memperdalam layout industri AI domestik melalui sebuah model yang digerakkan oleh inovasi.Dalam konferensi itu, para partisipan jaringan kolaboratif tersebut mengumumkan Inisiatif Zhongguancun, yang bertujuan untuk mempercepat pengembangan teknologi AI di berbagai bidang seperti cip, algoritma, dan model.Inisiatif Zhongguancun juga berupaya membangun sistem layanan inovasi dan kewirausahaan yang komprehensif untuk seluruh rantai industri AI dan membangun mekanisme untuk pertukaran teknologi, industri, modal, dan talenta.Inisiatif tersebut mendorong pembentukan platform AI terbuka untuk memaksimalkan pembagian pencapaian pengembangan AI dan mengupayakan partisipasi aktif zona teknologi tinggi dalam perumusan standar internasional dan nasional.Lebih lanjut, inisiatif itu menekankan pentingnya memperkuat keamanan data dan perlindungan privasi, serta menyediakan layanan pengawasan dan regulasi rutin bagi perusahaan platform AI, untuk memastikan keterlacakan dan keandalan teknologi AI.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Astronaut China rampungkan uji coba luar angkasa terkait kekuatan dan kemampuan adaptasi otot
Indonesia
•
18 Jun 2024

COVID-19 - Peneliti Taiwan temukan antibodi COVID-19
Indonesia
•
29 May 2020

Sekjen PBB dukung pembentukan badan pengawas ‘Artificial Intelligence’
Indonesia
•
14 Jun 2023

COVID-19 – Relawan uji vaksin Vector Rusia tidak menunjukkan efek samping
Indonesia
•
22 Aug 2020
Berita Terbaru

Model AI SpecCLIP mampu proses data bintang dari berbagai teleskop
Indonesia
•
27 Feb 2026

Kasus pertama flu burung H5N1 ditemukan pada anjing laut gajah di California
Indonesia
•
27 Feb 2026

Sistem operasi komputer kuantum buatan China, Origin Pilot, dapat diunduh publik
Indonesia
•
27 Feb 2026

Nepal tetapkan babi hutan sebagai satwa liar perusak tanaman pertanian
Indonesia
•
26 Feb 2026
