
Pabrik nikel Huayou asal China pekerjakan belasan ribu warga lokal di Sulawesi

Seorang karyawan bekerja di lini produksi baterai daya di sebuah pabrik milik perusahaan produsen baterai di Kawasan Pengembangan Ekonomi dan Teknologi Hefei di Hefei, Provinsi Anhui, China timur, pada 29 Juli 2022. (Xinhua/Wu Xiaoli)
Zhejiang Huayou Cobalt Industry, perusahaan baterai kendaraan listrik asal China, menjadi salah satu pemain utama dalam hilirisasi nikel di Indonesia dan kini telah mempekerjakan belasan ribu tenaga kerja lokal di Sulawesi dan Maluku Utara.
Jakarta (Xinhua) – Zhejiang Huayou Cobalt Industry, perusahaan baterai kendaraan listrik asal China, menjadi salah satu pemain utama dalam hilirisasi nikel di Indonesia dan kini telah mempekerjakan belasan ribu tenaga kerja lokal di Sulawesi dan Maluku Utara.Huayou mencatatkan total pekerja mencapai 18.000 orang untuk bisnis di Indonesia, dengan sekitar 15.000 di antaranya merupakan pekerja lokal atau mencakup lebih dari 80 persen.Proporsi tenaga kerja lokal berpotensi terus meningkat saat perusahaan tersebut menargetkan untuk bisa mencapai 90 persen secara keseluruhan. Salah satu jenis pekerjaan yang bisa diisi banyak pekerja lokal adalah pengemudi truk."Kami memiliki sekitar 400 unit truk, dan satu truk biasanya dikelola oleh tiga sopir, sehingga untuk posisi pengemudi truk saja, kami bisa mempekerjakan lebih dari 1.000 pekerja yang tentu itu diambil sepenuhnya dari pekerja lokal," kata Direktur Hubungan Eksternal Huayou Cobalt Marvel Hu saat bertemu media di Jakarta pada Jumat (12/1).Dia mengatakan kebanyakan pekerja di kawasan pabrik nikel Huayou di Sulawesi merupakan warga lokal, demikian juga untuk beberapa proyek di Maluku Utara. Salah satu proyeknya yang sudah berjalan yakni pabrik HPAL dengan kapasitas 60 ribu ton nikel per tahun sejak 2021 di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) yang berada di Sulawesi Tenggara.Untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM) lokal, perusahaan tersebut mengatakan pihaknya telah berpartisipasi dalam program beasiswa dengan mengirim 26 mahasiswa pascasarjana berkuliah ke Northeastern University di China melalui kerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.Ke depannya, Huayou akan terus memperkuat kerja sama dengan sejumlah perusahaan seperti konsorsium badan usaha milik negara (BUMN) di bidang tambang, MIND ID, serta beberapa produsen kendaraan listrik seperti Tesla hingga BMW.Perusahaan itu juga menegaskan komitmennya dalam proyek rantai industri baterai di Indonesia mulai dari pertambangan, pemurnian hingga industri daur ulang baterai yang akan dibangun di Kawasan Industri Pomalaa Indonesia (Indonesia Pomalaa Industry Park/IPIP), Sulawesi Tenggara. Huayou juga berencana mengembangkan energi terbarukan, termasuk untuk pasokan listrik pada proyek mereka.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Jokowi, Wang Yi bahas kerja sama ekonomi, situasi Timur Tengah
Indonesia
•
18 Apr 2024

Kemenag RI buka pendaftaran kuliah di Al-Azhar Mesir tahun 2023
Indonesia
•
15 May 2023

Indonesia-Amerika Latin mulai perundingan ekonomi komprehensif
Indonesia
•
17 Dec 2021

COVID-19 – Pemerintah targetkan vaksinasi 1 juta orang per hari mulai Juli
Indonesia
•
10 Jun 2021


Berita Terbaru

Indonesia-China jembatani kampus dan industri, talenta muda jadi fokus kerja sama
Indonesia
•
11 Sep 2026

Anwar Ibrahim buka suara soal perusahaan Malaysia yang diduga terlibat pembakaran lahan di Indonesia
Indonesia
•
09 Sep 2026

Fokus Berita - Perkuat tata kelola investasi, Pemerintah integrasikan perizinan TKA
Indonesia
•
10 Sep 2026

Indonesia dukung Inggris larang impor dari permukiman Israel di wilayah Palestina
Indonesia
•
10 Sep 2026
