
Deklarasi KTT ke-18 BRICS di New Delhi perkuat barisan Global South, serukan reformasi tata kelola dunia

Para pemimpin negara-negara BRICS berfoto bersama dalam Sesi I Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 yang diadakan di New Delhi, India, pada 12 September 2026. (Xinhua/Wang Ye)
New Delhi, India (Xinhua/Indonesia Window) – Para pemimpin negara-negara BRICS dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 mengadopsi deklarasi bersama di New Delhi, ibu kota India, pada Sabtu (12/9), menegaskan kembali komitmen mereka terhadap tata kelola global yang inklusif dan penguatan multilateralisme.
Selain itu, para pemimpin juga menyerukan perdamaian dan keamanan internasional maupun regional, sekaligus menekankan pertumbuhan ekonomi global yang berkelanjutan dan inklusif, serta penguatan kerja sama budaya dan antarmasyarakat.
Deklarasi New Delhi ini menegaskan kembali komitmen para pemimpin untuk mereformasi dan meningkatkan tata kelola global dengan mendorong terciptanya sistem internasional dan multilateral yang lebih adil, setara, gesit, efektif, representatif, dan akuntabel dalam semangat musyawarah ekstensif, kontribusi bersama, dan manfaat bersama.
Dalam deklarasi tersebut, para pemimpin menegaskan kembali komitmen mereka untuk memperkuat multilateralisme dan multipolaritas serta menegakkan hukum internasional, sekaligus menyerukan partisipasi dan keterwakilan yang lebih besar dan lebih bermakna dari emerging market dan negara-negara berkembang, serta negara-negara kurang berkembang, dalam proses dan struktur pengambilan keputusan global.
Mereka juga menyatakan kecaman terhadap berbagai upaya, termasuk dengan sengaja menahan pembayaran kontribusi yang telah ditetapkan, untuk secara sepihak melemahkan kerja lembaga-lembaga multilateral global dan menghambat pelaksanaan mandat masing-masing lembaga tersebut.
Para pemimpin juga menyampaikan keprihatinan mereka terkait konflik yang masih berlangsung di berbagai belahan dunia, serta kondisi polarisasi dan fragmentasi yang saat ini terjadi dalam tatanan internasional.
Mereka menyerukan penyelesaian sengketa internasional secara damai melalui dialog, musyawarah, dan diplomasi.
Dalam konteks sengketa internasional, mereka menekankan pentingnya diplomasi preventif dan mediasi, dengan persetujuan para pihak yang bersangkutan, sebagai alat penting untuk menghindari krisis dan mencegah eskalasi krisis, sesuai dengan Tujuan dan Prinsip Piagam PBB.
Menyoroti tantangan global yang kini saling terkait dan menghambat pertumbuhan ekonomi sekaligus memperlebar kesenjangan pembangunan yang terus terjadi di antara berbagai negara dan kawasan, para pemimpin kembali menegaskan pentingnya pembangunan berkelanjutan dan pertumbuhan inklusif dalam agenda PBB.
Deklarasi itu menyebutkan bahwa para pemimpin menyadari betapa kecerdasan buatan (AI) menawarkan peluang yang sangat besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan bagi semua.
Sambil menegaskan kembali pentingnya pertukaran antarmasyarakat dan inisiatif-inisiatif BRICS dalam meningkatkan pemahaman timbal balik, persahabatan, dan kerja sama, para pemimpin juga menyerukan peningkatan upaya untuk menghormati keragaman budaya, mengapresiasi warisan budaya, inovasi, dan kreativitas, serta bersama-sama memajukan pertukaran antarmasyarakat dan kerja sama internasional yang kuat.
Para pemimpin juga menyatakan dukungan penuh kepada China yang akan memegang presidensi BRICS pada 2027 dan menjadi tuan rumah KTT BRICS ke-19.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Inflasi Inggris turun jadi 3,4 persen
Indonesia
•
21 Mar 2024

PM Slovakia sebut negaranya berpotensi tangguhkan bantuan ke Ukraina di tengah sengketa transit gas
Indonesia
•
11 Jan 2025

Ketua IMF soroti ekonomi global, desak penerapan kebijakan fiskal bertanggung jawab
Indonesia
•
07 Oct 2022

China lakukan sederet langkah demi jamin panen besar pada musim panas
Indonesia
•
14 Jun 2023


Berita Terbaru

Fokus Berita – 20 tahun BRICS, Xi serukan kelompok Global South jadi pelopor tatanan dunia baru
Indonesia
•
14 Sep 2026

Fokus Berita – Industri konser gerakkan ekonomi, bisnis sewa ponsel ‘flagship’ jadi sumber ‘cuan’
Indonesia
•
14 Sep 2026

Fokus Berita – Dari Bishkek hingga New Delhi, Xi Jinping dorong kerja sama Global South
Indonesia
•
12 Sep 2026

Harga minyak WTI tembus 100 dolar AS per barel, konflik Timur Tengah Memanas
Indonesia
•
12 Sep 2026
