
Produktivitas warga AS turun, ancam ekonomi dalam negeri

Seorang penjaga keamanan berdiri di luar sebuah toko di Times Square di New York City, Amerika Serikat, pada 14 Februari 2022. (Xinhua/Wang Ying)
Produktivitas warga AS menurun, dengan hampir 20 juta orang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam hitungan pekan saat pandemik merebak, terlepas dari apakah mereka memiliki etos kerja yang kuat, kinerja atau loyalitas yang baik kepada perusahaan.
New York City, AS (Xinhua) – Produktivitas tenaga kerja di Amerika Serikat (AS) saat ini lebih rendah dibanding setahun lalu, dan ini pada akhirnya dapat berdampak besar terhadap kesejahteraan negara itu, demikian disampaikan National Public Radio (NPR) pekan lalu mengutip para ekonom.Tahun ini, produktivitas warga AS turun 4,1 persen dalam basis yang disetahunkan, penurunan terbesar sejak pemerintah mulai melakukan pencatatan tersebut pada 1948. Sejak saat itu, angkanya terus meningkat dengan stabil, sampai penurunan yang terjadi baru-baru ini.Kelesuan ekonomi terjadi di kalangan pekerja setelah berbagai peristiwa yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, kata Julia Pollak, kepala ekonom ZipRecruiter, dan kelesuan itu terlihat dalam data yang ada.Hampir 20 juta orang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam hitungan pekan saat pandemik merebak, terlepas dari apakah mereka memiliki etos kerja yang kuat, kinerja atau loyalitas yang baik kepada perusahaan, menurut laporan itu.Kemudian, tren ekonomi bergeser hanya dalam hitungan bulan, dan perusahaan-perusahaan mendadak kesulitan untuk merekrut karyawan. Pemecatan dan PHK mencapai level terendah dalam sejarah. Karyawan yang masih bekerja di perusahaan saat ini sering kali bekerja sampai mengalami kelelahan yang parah, para pekerja pemula dengan pengalaman yang lebih sedikit direkrut dengan upah yang lebih tinggi, dan perusahaan mengabaikan hal-hal yang dapat membuat para pekerja kehilangan pekerjaan mereka di masa lalu.Semua itu membuat para pekerja merasa seperti hubungan antara bekerja keras dan pemberian apresiasi telah rusak, kata Pollak, seraya mengatakan bahwa "itu benar-benar mengecewakan bagi pekerja dengan kinerja terbaik."Tenaga kerja
Pada 14 Agustus lalu, kantor berita AFP melaporkan bahwa jumlah tenaga kerja di AS menyusut sejak merebaknya pandemik COVID-19, sementara pensiun dini, tingkat imigrasi yang lebih rendah, dan populasi yang menua masih akan memperburuk kelangkaan tenaga kerja.Pada Juni, lebih dari 10 juta lowongan pekerjaan tidak terisi, sementara jumlah pencari kerja tercatat kurang dari 6 juta, menurut data yang dirilis oleh Kamar Dagang AS.Di antara orang-orang yang berhenti bekerja pada musim semi 2020 ketika pandemik mulai menghantam perekonomian AS, jutaan orang memilih untuk pensiun dini, khawatir akan kesehatan mereka dan dengan aset yang cukup berkat pasar saham yang saat itu sedang bergairah dan harga real estate yang tinggi, demikian dilaporkan AFP mengutip para analis.Dalam jangka pendek, tampaknya kecil kemungkinan untuk mengembalikan jumlah tenaga kerja seperti level prapandemi “karena populasi yang menua,” demikian seorang analis memperingatkan.
Sejumlah tunawisma terlihat di dekat sebuah stasiun kereta bawah tanah di New York, Amerika Serikat, pada 27 April 2020. (Xinhua/Michael Nagle)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait
Kemenkop siap kembangkan ekonomi syariah melalui koperasi
Indonesia
•
24 Mar 2025

Kapal udara berawak AS700 China rampungkan demonstrasi penerbangan di ketinggian rendah
Indonesia
•
03 Aug 2024

Pasar energi panik, 32 anggota IEA siap-siap lepas 400 juta barel minyak darurat, terbesar dalam sejarah
Indonesia
•
12 Mar 2026

Setelah 24 tahun melantai, jaringan toko swalayan Lawson dihapus dari bursa saham Tokyo
Indonesia
•
27 Jul 2024


Berita Terbaru

FreeNow hadir di Morowali, investasi China diharapkan gerakkan ekonomi lokal
Indonesia
•
28 Oct 2026

Impor BBM Indonesia dari China bisa melonjak 8 kali lipat, dari 6,6 triliun rupiah jadi 54,45 triliun rupiah
Indonesia
•
28 Oct 2026

Arab Saudi simpan minyak mentah di Jurong Rock Caverns Singapura
Indonesia
•
26 Oct 2026

Danantara buka penjajakan dengan 11 perusahaan China, investasi PLTS dan hilirasasi mineral jadi sorotan
Indonesia
•
27 Oct 2026
