
Tren ‘bergaya China’ berdampak positif pada merek tradisional di Beijing

Foto yang diabadikan pada 21 Juni 2019 ini menunjukkan lini produksi minuman ringan Arctic Ocean di Distrik Daxing, Beijing, ibu kota China. (Xinhua/Ren Chao)
Wuyutai Tea adalah merek teh tradisional di Beijing dengan sejarah selama 135 tahun, memiliki lebih dari 500 outlet di seluruh China.
Beijing, China (Xinhua) – Di kedai teh Wuyutai Tea yang berlokasi di Jalan Qianmen, sebuah jalan komersial terkenal di Beijing, China, para pelanggan mengantre untuk membeli es krim teh spesial.Terkenal dengan teh melatinya, Wuyutai Tea adalah merek teh tradisional di Beijing dengan sejarah selama 135 tahun. Wuyutai Tea memiliki lebih dari 500 outlet di seluruh China."Kami telah lama mencatat perubahan pasar, dan mengembangkan es krim teh pada 2008. Sajian ini populer di kalangan pelanggan," kata Zhao Shuxin, ketua dewan Wuyutai Tea. Dia melanjutkan bahwa perusahaan tersebut berharap dapat memperluas pengaruh mereknya di kalangan pelanggan muda.Daya konsumsi yang kuat dari generasi muda mendorong transformasi Wuyutai Tea dalam beberapa tahun terakhir.Pada 2021, Wuyutai Tea merangkul ‘Guochao’, sebuah tren konsumen di kalangan generasi muda yang berarti ‘bergaya China’. Tren ini menampilkan produk yang dirancang dengan elemen budaya tradisional, dan Wuyutai Tea meluncurkan serangkaian produk ‘tea plus’, termasuk minuman teh, dimsum, dan kue bulan.Wuyutai Tea adalah salah satu dari 223 merek tradisional di Beijing yang diakui oleh Biro Perdagangan Kota Beijing. Merek-merek ini mengikuti tren Guochao, mengembangkan produk untuk menarik perhatian konsumen muda.Saat akhir pekan, cabang Jiaodaokou dari Beiping Ice Factory, yang terletak di Distrik Dongcheng di Beijing, selalu ramai dikunjungi orang.Cabang tersebut berbentuk concept store yang dioperasikan oleh merek Beibingyang, merek minuman soda yang sangat digemari yang berbasis di Beijing sejak 1936. Beibingyang, yang juga dikenal sebagai Arctic Ocean, kuat dalam ingatan generasi warga Beijing.Toko seluas lebih dari 1.000 meter persegi itu dipenuhi dengan produk Guochao, termasuk es loli buatan tangan, minuman bersoda, yogurt, serta produk budaya dan kreatif dari merek tersebut."Toko ini memiliki daya tarik yang kuat bagi pelanggan dari segala usia, dengan omzet harian pada akhir pekan mencapai lebih dari 70.000 yuan," kata Li Haochen, kepala toko tersebut."Yang ingin kami lakukan adalah menggabungkan merek tradisional ini dengan Guochao, sehingga dapat menarik konsumen muda dan meningkatkan pengakuan merek ini," kata Du Weiwei, wakil manajer umum Beijing Yiqing Food Group Co., Ltd., perusahaan induk Beibingyang.Merek-merek tradisional ini berkembang pesat, perbankan juga mendapat dukungan dari pemerintah kota. Departemen perdagangan di Beijing telah memberikan dukungan keuangan untuk perlindungan legasi dan pengembangan merek serupa selama lebih dari 10 tahun berturut-turut.Beijing akan memandu peningkatan produk dan layanan dari merek-merek ini, dan meluncurkan berbagai kegiatan yang relevan untuk mempromosikan pengembangan budaya dan tren tradisional yang terintegrasi, kata Ding Yong, Direktur Biro Perdagangan Kota Beijing.*1 yuan = 2.230 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Pakar ekonomi ungkap tingginya inflasi perlebar kesenjangan sosial di Jerman
Indonesia
•
25 Nov 2022

Para pakar berbagi pandangan tentang modernisasi China di Boao
Indonesia
•
30 Mar 2023

Inflasi utama AS melambat pada Mei di tengah turunnya harga energi
Indonesia
•
15 Jun 2023

Pengembangan pembangkit tenaga panas bumi Muara Laboh dimulai 2020
Indonesia
•
17 Jan 2020


Berita Terbaru

Lepas L8 resmi meluncur di Indonesia, dibanderol Rp589 juta dengan Jarak tempuh hingga 1.300 km
Indonesia
•
28 Jul 2026

Malaysia tinggal selangkah lagi jadi negara berpenghasilan tinggi, ekonomi tumbuh 5,8 persen
Indonesia
•
28 Jul 2026

Indonesia raup 18,62 triliun rupiah dari Panda Bonds perdana, pasar keuangan China kian terbuka
Indonesia
•
28 Jul 2026

Ekonomi ASEAN+3 diproyeksikan tumbuh 4,1 persen pada 2026, didorong AI dan semikonduktor
Indonesia
•
28 Jul 2026
