
Ilmuwan China dianugerahi penghargaan di bidang strok klinis

Wang Yongjun, seorang ilmuwan klinis asal China, dianugerahi penghargaan ‘William M. Feinberg Award for Excellence in Clinical Stroke’ dalam Konferensi Strok Internasional (International Stroke Conference/ISC) 2025 yang digelar di Los Angeles, Amerika Serikat, pada Rabu (5/2/2025). (Xinhua)
Wang Yongjun menjadi ilmuwan Asia pertama yang menerima penghargaan ‘William M. Feinberg Award for Excellence in Clinical Stroke’, menandai kontribusi Wang yang signifikan terhadap penyelidikan dan manajemen riset klinis terkait strok.
Los Angeles, AS (Xinhua/Indonesia Window) – Wang Yongjun, seorang ilmuwan klinis asal China, dianugerahi penghargaan ‘William M. Feinberg Award for Excellence in Clinical Stroke’ dalam Konferensi Strok Internasional (International Stroke Conference/ISC) 2025 yang digelar di Los Angeles, Amerika Serikat, pada Rabu (5/2).Nama Feinberg Award, yang digagas oleh Asosiasi Strok Amerika (American Stroke Association), diambil dari nama mendiang William M. Feinberg, seorang klinisi dan peneliti strok terkemuka. Feinberg berkontribusi meningkatkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang penyebab strok.Wang, yang menjabat sebagai presiden Rumah Sakit Tiantan Beijing di bawah naungan Capital Medical University sekaligus presiden Asosiasi Strok China (Chinese Stroke Association), menjadi ilmuwan Asia pertama yang menerima penghargaan itu. Penghargaan ini mengakui kontribusi Wang yang signifikan terhadap penyelidikan dan manajemen riset klinis terkait strok.Berbicara dalam konferensi itu, Wang menuturkan bahwa selama lebih dari 30 tahun terakhir, tim ilmuwan klinisnya telah menghasilkan 12 temuan penting yang mengubah pedoman dan praktik klinis. Temuan itu telah mendorong trombolisis intravena menuju era di mana ada berbagai pilihan agen dan peluang trombolisis pada rentang waktu akhir."Tim kami sungguh beruntung bisa menjadi kekuatan utama dalam memberikan bukti terapi trombolitik intravena untuk strok iskemik," ujarnya."Cerita ini terus berlanjut dan misi kami belum selesai sepenuhnya. Beberapa uji klinis masih berlangsung, termasuk trombolisis dengan Tenecteplase untuk strok iskemik minor, oklusi arteri basilar, dan trombolisis untuk strok iskemik pada rentang waktu paling akhir. Kami sedang menantikan hasil dari TRACE-4, TRACE-5 dan TRACE-Beyond," urai Wang."Profesor Wang telah menjadi inspirasi tidak hanya untuk Asia, tetapi juga untuk seluruh dunia strok atas karya penting yang telah dihasilkannya baik di sisi pencegahan untuk strok maupun strok akut. Uji cobanya telah memengaruhi praktik di seluruh dunia, serta telah menjadi inspirasi bagi banyak dari kita yang terlibat dalam pengujian strok terkait cara melakukan uji klinis skala besar," ujar Bijou Menon, seorang profesor neurologi di University of Calgary yang juga menjabat sebagai wakil ketua ISC, kepada Xinhua.Tudor G. Jovin, profesor neurologi dan bedah saraf di Cooper Medical School, Rowan University, mengatakan bahwa karier Dr. Wang yang patut diteladani telah memberikan dampak besar dalam bidang neurologi vaskular, yang terlihat melalui penelitiannya yang inovatif, pencapaiannya dalam pengorganisasian perawatan strok, dan komitmennya untuk mengajar."Karyanya yang sangat berpengaruh tidak terbatas hanya pada satu bidang perawatan strok, tetapi mencakup berbagai bidang, termasuk perawatan akut, pencitraan (reperfusi intravena dan endovaskular), pencegahan strok, dan pengorganisasian perawatan strok," ujar Jovin.ISC adalah konferensi terkemuka di dunia yang didedikasikan untuk ilmu pengetahuan terkait strok dan kesehatan otak. Sebanyak 11 ilmuwan masing-masing mendapatkan pengakuan atas pencapaian dan kontribusi mereka yang luar biasa terhadap perawatan dan penelitian strok.Digelar mulai Rabu hingga Jumat (7/2), konferensi selama tiga hari tersebut menyajikan berbagai topik yang membahas kemajuan terbaru dalam pencegahan, pengobatan, dan rehabilitasi strok. Karenanya, konferensi ini menawarkan kesempatan untuk terus mendapatkan informasi tentang penelitian dan kemajuan terkini dalam bidang strok bagi para profesional di seluruh dunia.Sekitar 4.000 pelaku profesional dari seluruh dunia berpartisipasi dalam konferensi tahunan tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Selandia Baru siapkan larangan medsos untuk anak di bawah 16 tahun, platform bisa didenda 10 persen dari pendapatan global
Indonesia
•
24 Aug 2026

Studi sebut 70 persen serangan beruang di Jepang terjadi di area-area yang dihuni manusia
Indonesia
•
28 Oct 2025

Keadilan rasial dan akses aborsi jadi kekhawatiran utama Gen Z nonkulit putih di AS
Indonesia
•
25 Oct 2022

Belanda selidiki Roblox karena potensi risiko bagi anak di bawah umur
Indonesia
•
31 Jan 2026


Berita Terbaru

Feature – Rumah prefabrikasi bantu korban gempa Xizang di China punya hunian nyaman dalam 3 hari
Indonesia
•
27 Oct 2026

Untuk pertama kalinya, demensia jadi penyebab lebih dari 10 persen kematian di Australia
Indonesia
•
27 Oct 2026

Kampung Silat Betawi Rawa Belong diresmikan sebagai Kampung Budaya 2026
Indonesia
•
25 Oct 2026

7 orang hilang usai gedung bertingkat runtuh di Kenya, pencarian berlanjut
Indonesia
•
25 Oct 2026
